Trekking Seru Menyusuri Alam Liar Pulau Peucang, Ujung Kulon

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Trekking Seru Menyusuri Alam Liar Pulau Peucang, Ujung Kulon

Ermila Klislinar - detikTravel
Senin, 25 Jun 2012 12:05 WIB
Jakarta - Pulau Peucang di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten tidak cuma menyimpan pasir putih, laut jernih, dan alam nan hijau. Pulau ini juga menjadi habitat satwa liar. Pastikan Anda bertemu mereka saat ke Peucang!Pulau Peucang adalah salah satu dari pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Ya, kawasan ujung barat Pulau Jawa ini ternyata tak hanya menyimpan badak bercula satu saja.Saya harus menempuh perjalanan melalui jalur darat dari Jakarta selama 8 jam untuk menuju Pulau Peucang. Sebelumnya, terlebih dahulu kami singgah di Desa Taman Jaya. Setelah itu, barulah kami melanjutkan perjalanan laut menuju Pulau Peucang selama 3 jam.Pemandangan alam berupa pasir putih, air laut berwarna toska, pepohonan yang berjejer di bibir pantai, dan keluarga babi hutan, menyambut kedatangan kami saat tiba di Peucang. Di Peucang, wisatawan bisa melihat banyak satwa liar yang dilindungi. Inilah sisi menarik dari Pulau Peucang, pelancong bisa berinteraksi langsung dengan satwa-satwa liar tersebut.Tidak ada perkampungan di Pulau Peucang, yang ada hanya para penjaga pulau. Jadi, bagaimana kalau mau bermalam di sini? Tidak perlu khawatir, di Pulau Peucang sudah tersedia 3 macam jenis penginapan dari mulai kelas barak hingga hotel bernama Flora. Tinggal bagaimana Anda mau memilihnya.Nah, aktivitas yang wajib Anda rasakan adalah trekking di dalam hutan. Trekking ini menuju Pantai Karang Copong untuk melihat karang dengan air lautnya yang jernih dan melanjutkan trekking hutan menuju Tanjung Layar.Bekas penjara zaman Belanda berhiaskan bebatuan dan tebing membentang luas menjadi panorama yang memesona. Trekking menuju Padang Cidaon untuk melihat langsung banteng-banteng dan burung merak, berkano ria di Sungai Cigenter kawasan Handeuleum, dan tentunya berenang dan snorkeling di sekitar Pulau Peucang sudah menjadi agenda kami.Selama perjalanan ini, babi hutan, rusa, monyet, dan biawak lah yang kami temukan pertama kali. Keluarga babi hutan biasanya berjalan bersama mencari makan. Monyet-monyet tak mau kalah tentunya mereka juga sering mencari perhatian kepada wisatawan. Tapi, hati-hati karena monyet-monyet ini tak segan untuk merebut makanan wisatawan.Pada sore hari, waktunya rusa-rusa betina berkumpul di padang rumput untuk merumput bersama. Tak perlu takut! Rusa-rusa ini sudah jinak. Tidak hanya rusa, semua hewan di sana sudah jinak. Sehingga wisatawan bisa memberi makan hewan-hewan tersebut. Eits, tapi ingat makanannya tidak boleh sembarangan.Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi World's Heritage Site ini memang wajib dikunjungi bagi kalian pecinta alam Indonesia. Temukan kehidupan alam liar yang sangat ramah di dalamnya.Β  (dtvl/dtvl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads