Seru! Menjelajah Desa Wisata di Sekitar Candi Borobudur

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seru! Menjelajah Desa Wisata di Sekitar Candi Borobudur

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Senin, 25 Jun 2012 17:30 WIB
Jakarta - Berwisata ke Magelang, Jawa Tengah, bukan berarti hanya menikmati Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon saja. Wisatawan juga bisa menikmati suasana alam pedesaan dengan berkunjung di desa wisata sekitar Candi Borobudur.Salah satunya, Desa Wisata Wanurejo yang terletak sebelah timur kawasan Candi Borobudur atau sebelah barat Sungai Progo. Salah satu dusun yang menjadi desa wisata adalah Dusun Gedongan.Untuk mengunjungi desa wisata itu sangat mudah. Anda bisa menggunakan mobil, sepeda motor, bus, atau transportasi umum. Bila menggunakan kendaraan umum, sambangilah Terminal Borobudur kemudian naik dokar atau ojek yang siap mengantar menuju Dusun Gedong. Jaraknya sekitar 3 km."Tour desa wisata yang kami suguhkan di antaranya wisata onthel, belajar membuat kerajinan, seni budaya dan perkemahan," kata Kepala Dusun Gedongan, Rohmadi, kepada detikTravel.Menurut dia, wisatawan bisa belajar membuat anyaman bambu, seni merangkai janur, juga melihat pembuatan gerabah. Sedangkan kesenian tradisional di antaranya seni Trunthung atau Soreng. Untuk pertanian, bisa belajar budidaya padi dan palawija yang disesuaikan dengan masa tanam.Untuk wisata onthel, wisatawan bisa menyewa di tempat penyewaan sepeda di Jl Balaputra Dewa Desa Wanurejo atau di sebelah timur Pondok Tinggal, Borobudur. "Harga sewa sepeda juga sangat murah sekali," tambah Rohmadi.Wisatawan yang ingin mengunjungi desa wisata menggunakan sepeda onthel bisa dimulai dari tempat penyewaan sepeda sebagai titik start. Dengan sepeda onthel, wisatawan bisa keliling desa Wanurejo dan desa-desa di sekitar Candi Borobudur dengan jarak 3-6 km.Dari tempat start, Anda bisa "ngegowes" menuju selatan Candi Borobudur di Desa Bumisegoro. Jalanan desa dan pinggir sawah itu adalah batas pagar bagian selatan candi. Di tempat itu Anda bisa menyaksikan stupa-stupa puncak candi dari kejauhan.Β  Setelah puas melewati kawasan sekitar Bumisegoro, Anda bisa melanjutkan wisata onthel dengan menyusuri jalanan dusun. Sekitar 2,5 km perjalanan, ada tempat bernama Punthuk Setumbu.Ini adalah sebuah bukit kecil yang jadi tempat favorit fotografer untuk melihat matahari terbit di belakang Candi Borobudur. Sebelum pukul 05.30 WIB, wisatawan bisa menyaksikan candi peninggalan abad ke-9 masehi ini masih diselimuti kabut. Lalu, dari arah timur matahari mulai terbit. Indah!Setelah puas melewati kawasan selatan candi, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke arah selatan menuju Dusun Tuksongo, Klipoh, Tanjungsari, Jowahan, Bejen, Ngentak dan beberapa dusun lain. Alam pedesaan dan berbagai kegiatan warga bisa Anda saksikan seperti menjemur padi dan jagung, membuat anyaman bambu, dan kerajinan gerabah.Untuk finish atau tempat terakhir pemberhentian adalah Bumi Perkemahan di Dusun Gedongan. Di tempat itu, Anda juga bisa belajar membuat ketupat, atau hiasan dari janur dan daun kelapa muda. Anda juga bisa membuat kerajinan lainnya seperti membuat hiasan pensil dengan berbagai bentuk. "Areal perkemahan juga cocok untuk kegiatan berkumpul bersama keluarga, teman atau perusahaan yang ingin melakukan outbond. Kalau mau belajar seni budaya kita juga punya kesenian Trunthung. Tempatnya asri dan rindang," pungkas Rohmadi.Bagus Kurniawan - detikNews (dtvl/dtvl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads