Rhino Trip Ujung Kulon
Membelah Jawa dalam Hitungan Menit Hanya dengan Jalan Kaki
Rabu, 27 Jun 2012 17:20 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Siapa bilang untuk membelah Pulau Jawa butuh waktu lama? Di Taman Nasional Ujung Kulon, Anda bisa berjalan dari Pantai Utara sampai Pantai Selatan hanya dalam waktu 1,5 jam. Tidak percaya? Saya sudah membuktikannya!Hari Senin (25/6/2012) lalu, saya bersama WWF (World Wildlife Fund) dan sejumlah media, mencoba menjelajah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Tujuannya satu, ingin bertamu ke rumah satwa endemik di sana, badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).Pagi-pagi buta kami mulai bersiap untuk menyeberang menuju TNUK. Rencananya, kapal KM Sinar Bone II akan mengangkut kami sekitar pukul 06.00 WIB dari Pantai Cinibung, Sumur, menuju Muara Laban di Pantai Utara TNUK. Meleset sekitar 30 menit, akhirnya kami berangkat pada pukul 06.30 WIB.Rasa senang sekaligus penasaran langsung masuk ke relung pikiran saya. Antusias tak bisa ditutupi lagi, bayangan hutan yang dihuni banyak tumbuhan lebat dengan beraneka macam satwa terus membayangi alam pikiran, khususnya saya yang memang sangat menggemari alam bebas.Sekitar 1,5 jam kami berada di atas kapal yang dipimpin Kapten Komodo, akhirnya tiba juga di Muara Laban. Tim ROAM (Rhino Observation and Activity Management) langsung menyambut. Dengan menggunakan pakaian serba cokelat, mereka menuntun kami melalui jalur sekitar 4 km menuju Pantai Selatan TNUK.Β Letaknya yang sedikit menyempit seperti leher, membuat jarak antara Pantai Utara dan Selatan tidak terlalu jauh. Bisa dibilang, ini adalah perjalanan membelah Pulau Jawa hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit.Koordinator Tim ROAM, Daryan langsung memimpin penyusuran kami. Saya pun dengan setia berjalan tepat di belakangnya. Sambil melangkah, dia mulai bercerita tentang TNUK dan terus melemparkan pandangannya ke tanah. Sesekali ia mengibaskan kaki, menghapus dedaunan yang menutupi permukaan tanah.Dalam hati saya pun bertanya, untuk apa dia mengibaskan kaki? Kenapa daun itu harus disingkirkan? Ah tapi peduli apa, saya terus melempar pandangan ke arah pepohonan yang menjulang tinggi, mencari tahu apakah saya cukup beruntung untuk melihat monyet bergelantungan di sana.Mungkin saya memang kurang beruntung melihat monyet, tapi tidak untuk hal yang lain. Tiba-tiba Pak Daryan menghentikan langkahnya. Dia langsung menunjuk ke arah tanah dan berkata "Ini telapak badak".Nafas pun tertahan mendengar kata-kata yang tiba-tiba dilontarkan Daryan. Benarkah ini jejak badak langka yang hanya ada di Ujung Kulon? Saya pun langsung menundukkan kepala, mendekatkan mata dengan jejak yang dikatakan bekas telapak badak itu.Tampak ada tiga bagian tanah yang sedikit masuk ke dalam tanah. Daryan mengatakan itu adalah bekas kuku badak.Β "Badak punya tiga kuku, ini kukunya tiga di depan," jelas Daryan.Di sekitar bekas kuku tampak garis yang membuatnya semakin mirip dengan telapak kaki. Ya, saya pun semakin yakin ini bekas telapak badak."Ini adalah jalur yang sering dilalui badak," tambah Daryan.Tanpa ragu, kamera langsung saya keluarkan. Cekrek! Cekrek! Sekali, dua kali, tiga kali saya mengambil foto tapak badak ini. Saat itu, saya merasa sangat beruntung bisa melihat jejak badak yang langka ini.Setelah diukur, besar tapak badak yang kami temukan mencapai 27 cm. Menurut Daryan, kemungkinan besar ini adalah tapak badak dewasa. Mungkin memang belum bisa melihat sang empunya tapak, tapi hanya melihat tapaknya saja sudah cukup memuaskan hasrat yang memang sejak awal ingin melihatnya.Β Sekitar 10 menit waktu yang kami habiskan di tempat itu. Perjalanan pun dilanjutkan menuju selatan TNUK. Sambil terus memandang ke arah pohon yang setia menemani perjalanan kami menuju Pantai Selatan, akhirnya tibalah rombongan di selatan TNUK. Kami berhasil membelah Pulau Jawa hanya dalam hitungan jam.Meski lelah berjalan dan menghabiskan waktu 1,5 jam di dalam hutan. Semua itu langsung terbayar dengan senyum lebar yang menghiasi wajah. Sebuah tapak badak berhasil terekam manis di kamera saya. Inilah perjalanan paling menakjubkan yang pernah dilalui, membelah Pulau Jawa sekaligus menemukan jejak badak.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah