Byur! Serunya Pengalaman Pertama Menantang Jeram Sungai Pekalen
- detikTravel
Selasa, 17 Jul 2012 11:30 WIB
Jakarta - Penggemar olahraga rafting? Belum lengkap kalau Anda belum mengarungi jeram Sungai Pekalen di Probolinggo, Jawa Timur. Selain jeramnya yang masih tergolong sedang, Sungai Pekalen juga memiliki pesona yang cantik.Melakukan rafting bisa menjadi sesuatu yang menantang untuk penggemarnya. Jika Anda mengaku pecinta rafting, belum lengkap kalau belum mencobanya di Sungai Pekalen, Probolinggo, Jatim.Β Jeram yang ditawarkan oleh Sungai Pekalen masih berada pada taraf sedang. Ya, kisaran gradenya hanya sekitar 2 sampai 3. Namun, biasanya traveler yang melakukan rafting di sini minimal sudah pernah melakukan arung jeram sebelumnya.Di lokasi Sungai Pekalen ini terdapat 3 lokasi rafting, yaitu Pekalen Atas dengan jalur sejauh 12 km, Pekalen Tengah sejauh 7 km, dan Pekalen Bawah sekitar 10 km. Hari itu saya bersama beberapa teman memilih untuk mencoba jeram di Pekalen Atas yang memiliki jarak tidak terlalu jauh.Berdasarkan informasi yang kami gali melalui internet, lokasi jeram di sini cukup baik. Namun, kami harus merogoh kocek yang lebih dalam. Untuk waktu pengarungannya terbagi menjadi pagi, siang, sore, dan malam. Sekadar saran, sebaiknya Anda mengambil waktu sore hari. Pada sore hari, trip bisa jadi lebih panjang karena untuk waktu pagi dan siang harus segera kembali ke lokasi awal untuk mengejar trip berikutnya.Rombongan saya hari itu terdiri dari atas empat orang. Rafting di Sungai Pekalen sebenarnya pengalaman pertama bagi kami semua. Tapi, ya sudahlah nekat saja yang penting hati-hati dan saling menjaga satu sama lain.Setelah sampai di lokasi Noars yang menangani Jeram Pekalen Atas, kami dibekali dengan alat keselamatan, di antaranya pelampung, helm, dan dayung. Bagi Anda yang memakai kacamata disarankan agar membawa karet dari rumah agar tidak terlepas pada saat rafting.Setelah itu, kami dibawa dengan mobil bak terbuka yang cukup untuk mengangkut sekitar 12 orang menuju Sungai Pekalen. Perjalanan menuju lokasi Pekalen Atas membutuhkan waktu sekitar 1 jam kemudian diteruskan dengan berjalan kaki menuju lokasi.Tidak hanya raftingnya yang seru, di sini kami juga disuguhi pesona alam yang luar biasa indah. Di sepanjang sungai berjejer 7 air terjun dengan batu-batu yang masih alami dengan debit air yang deras.Saat tiba di lokasi nyali kami sedikit menciut, arusnya deras sekali. Namun jangan khawatir, banyak petugas keselamatan profesional yang berjaga di sepanjang sungai. Pada saat itu ketinggian air sungai sedang dalam kondisi dangkal sehingga arus bertambah deras.Sebelum mengarungi jeram Pekalen, kami diberi materi terkait keselamatan dan cara untuk berarung jeram. Di sini kami diperkenalkan beberapa aba-aba seperti boom yang artinya ada jeram dan peserta masuk ke dalam perahu dengan dayung diangkat, selebihnya instruksi biasa, seperti maju, mundur, kiri mundur, dan kanan mundur.Kini saatnya terdapat puluhan jeram yang akan dilewati dengan ketinggian mencapai 1 sampai 2 meter. Setiap jeram memiliki nama tersendiri, jeram pertama bernama Welcome dengan ketinggian sekitar 2 meter yang cukup untuk membuat kita merinding saat itu.Jeram pertama hampir saja gagal kami lalui karena perahu menyangkut di batu-batu besar. Namun, kesigapan instruktur dan bantuan tenaga keselamatan akhirnya berhasil membantu kami melewatinya. Sepanjang sungai pemandangannya indah sekali. Di bagian kiri dan kanannya masih dapat menjumpai hutan nan alami dan dihuni oleh satwa langka.Saat mengarungi jeram-jeram ini, biaya yang awalnya dirasakan mahal menjadi tidaklah rugi. Selain itu, banyak dijumpai gua kelelawar di pinggir sungai. Hati-hati kalau melewatinya, jangan mendongak ke atas dengan mulut terbuka. Bisa jadi guano (kotoran kelelawar) akan jatuh dari atas!Bau gua kelelawar tersebut cukup menyengat. Di tengah-tengah pengarungan jeram Pekalen terdapat rest area untuk menikmati minuman STMJ, teh hangat dan aneka gorengan. Ya, cukuplah untuk mengisi perut kami serta merilekskan badan yang tegang sebelum menyusuri rute berikutnya.Lama rafting yang kami lewati seluruhnya memakan waktu sekitar 3 jam. Walaupun terdengar lama tapi waktu tidak akan terasa cepat karena keasyikan menikmati panorama alam dan menikmati deburan air Sungai Pekalen yang segar.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah