Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Jul 2012 17:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tarempa, Kisah Kota Termahal di Kepulauan Riau

Muhirin Spd
d'Traveler
Selamat datang di Anambas
Selamat datang di Anambas
Suasana kota mini Tarempa
Suasana kota mini Tarempa
Jalan di pinggir Laut Tarempa
Jalan di pinggir Laut Tarempa
detikTravel Community - Bukan karena bisa tidur di hotel mewah atau malam gemerlap seperti di Los Angeles atau Paris. Justru letaknya yang terisolir membuat Tarempa di Kepulauan Riau menjadi daerah dengan biaya hidup yang mahal.Kota termahal, julukan ini bukan berarti kita bisa hidup mewah dengan hotel berbintang serta gemerlap lampu-lampu kota yang memukau. Sebaliknya, penduduk Tarempa harus tidur di papan-papan kayu yang keras dan bisa membuat punggung encok saat pagi menjemput.Tarempa seperti kota yang hilang dan terabaikan. Kota ini seolah jauh dari peradaban sampai-sampai harga melambung tinggi. Saat menjejakan kaki di tanah Tarempa, kota ini mungkin lebih mahal dari Singapura karena letaknya yang terisolir.Denyut nadi penduduk di sini mayoritas digerakkan oleh kapal-kapal yang datang hanya sebulan dua kali. Kapal-kapal ini membawa setumpuk bahan makanan serta kebutuhan-kebutuhan hidup untuk penduduk Tarempa.Awalnya, saya merasa tercengang dengan keindahan salah satu daerah di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau ini. Tapi, sekadar informasi jangan pernah sekali-kali nekat berada di sini melebihi dua minggu, kecuali orang yang nekat dan sudah bosan dengan kehidupan di kota besar.Ya, Pulau Siantan yang menjadi pondasi Kota Tarempa termasuk yang memiliki penduduk sangat sedikit. Bahkan sebagian besar pulau ini tak berpenghuni, kebanyakan daerahnya merupakan hutan liar yang masih alami. Penduduk Tarempa umumnya memiliki mata pencarian sebagai nelayan.Sulitnya sinyal, membuat penduduk di kota ini tetrpisah dari dunia luar. Bayagkan saja, untuk menelepon saja harus menunggu waktu di tengah malam.Namun, di balik kesendiriannya, pantai dengan laut yang membentang luas menjadi lanskap alam yang cantik di kota ini. Sebagian Kota Tarempa hampir mengambang di atas lautan karena rumah-rumah penduduk di sangga dengan tiang-tiang yang menancap di dasar laut.Tanpa mengurangi waktu, saat bangun tidur saya pun langsung menceburkan diri ke laut. Airnya memang jernih dan segar lebih terlihat seperti akuarium alami. Setelah makan, cobalah berikan sisa makanan Anda pada ikan-ikan yang berenang di pinggir pantai. Mereka akan berkejaran dan berebut untuk mendapatkan sisa-sisa makanan tersebut.Tidak hanya memberi makan pada ikan-ikan, Anda juga memerlukan alat snorkeling atau diving. Saya pun mempersiapkan seluruhnya dengan sangat baik, hingga akhirnya bisa bergabung dan melihat dari dekat keindahan bawah laut Kota Tarempa.Puas menikmati keindahan alam bawah laut, saatnya lanjut menuju daratan. Melewati jalan yang terjal, saya langsung disuguhi dengan hutan yang tampak seperti perdu karena memang tidak ada penduduknya. Tampak hanya ada beberapa rumah saja di sisi-sisi jalan. Hutan di Tarempa berhiaskan pohon-pohon besar yang umurnya mungkin sudah puluhan tahun. Dari atas akan tampak kota mini ala Tarempa yang berkumpul jadi satu bagaikan kotak-kotak yang berserakan. Saya bersama robongan terus jalan ke arah utara. Di situlah terlihat lautan biru dihiasi dengan perahu-perahu nelayan yang disebut Pompong. Selain itu, ada juga beberapa perahu motor yang meluncur cepat di atas air. Beberapa jalan telah di bangun, tetapi banyak juga jalan setapak yang berbantuk seperti arena motocross.Anda bisa berangkat melalui Jakarta-Batam menuju Tarempa. Untuk perjalanan ini Anda bisa menggunakan pesawat atau kapal ferry.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA