Cerita Mudik d\'Traveler
Padang, Kampuang Nan Jauh di Mato
Ardi - detikTravel
Jumat, 10 Agu 2012 11:05 WIB
Jakarta - Lebaran tinggal menghitung hari, itu berarti musim mudik mulai terjadi. Setiap tahun, saya selalu mudik ke Padang, Sumatera Barat. Selain kampung halaman nan jauh di mata, lintas Sumatera pun selalu membuatku terkesan.Menjelang keberangkatan, saya beserta keluarga terlebih dahulu mempersiapkan segala sesuatunya. Perjalanan kami pun dimulai dengan menuju Pelabuhan Merak, Banten.Setibanya di pelabuhan, kami langsung bergegas menuju dermaga. Hah! Ternyata benar saja, dermaga sudah dipenuhi dengan antrean kendaraan pemudik yang ingin menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.Setelah berjuang menerobos kerumunan pemudik lainnya, akhirnya kami masuk dalam kapal penyeberangan. Penyeberangan Merak-Bakauheni hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam.Β Ya, panorama laut menjadi pengobat jenuh selama penyeberangan. Tak terasa dua jam telah berlalu, kini kakiku sudah kembali berada di Sumatera. hari itu kami tiba pada malam hari, jadi mau tidak mau kami harus melalui perjalanan malam menuju Padang.Perjalanan pada malam hari sungguh sangat nikmat karena banyak kendaraan yang konvoi melewati hutan di Sumatera. Setelah persediaan makanan habis, kami mencari rumah makan.Β Rumah makan yang kami pilih berada di antara perbukitan. Selain, kita bisa mengisi perut, makan di daerah ini juga bisa membuat mata segar. Ya, terlihat keindahan perbukitan yang menghampar di lembah yang sangat indah.Puas beristirahat, kini saatnya kami melanjutkan perjalanan. Sekarang kami sampai di kelok 9. Kelok 9 adalah jalanan yang memutar dan melingkar sebanyak 9 kali.Bagi Anda yang menuju Sumatera Barat, jalan ini tentu sudah sangat terkenal. Jalan yang bagus serta pemandangan cantik berhimpit perbukitan tak jemu rasanya untuk memandang terus-menerus.Tidak lama setelah itu, kami pun tiba di Danau Singkarak. Danau tercantik di Sumatera Barat. Danau tersebut terlihat sangat luas dengan dikelilingi Bukit Barisan.Suasana danau yang terasa sejuk dan nyaman menjadi penghantar kami menuju kampung. Bila Anda mau, bisa sejenak meluangkan waktu untuk beristirahat dan bermain-main di danau.Di sana saya bisa menaiki perahu untuk merasakan segarnya danau tersebut. Selain itu, di kampung halamanku juga terkenal dengan makanan khas Rendang dan Nasi Padang.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru