Meraih Serpihan Surgawi di Pulau Sempu
Mohammad Haris Suhud - detikTravel
Jumat, 24 Agu 2012 13:52 WIB
Jakarta - Pulau Sempu di Malang, Jawa Timur ibarat serpihan surga yang tercecer di bumi pertiwi. Mengapung di tengah laut, pulau ini pun memiliki pesona yang sangat memesona dan menarik untuk dijelajahi.Sempu, sebuah pulau seluas 877 hektar di pesisir Malang, Jawa Timur. Berjarak sekitar 50 meter dari Pantai Sendang Biru. Pulau yang cantik ini termasuk dalam cagar alam yang dilindungi.Surga duniawi ini menyimpan alam yang masih perawan. Terdapat beberapa tempat yang indah untuk dinikmati, salah satunya spot yang paling memesona adalah laguna Segara Anakan.Untuk sampai di Segara Anakan, saya harus melakukan perjalanan yang tidak mudah. Jalan terjal sepanjang 3 km saya lalui bersama rombongan dengan berjalan kaki dari Teluk Semut. Teluk Semut menjadi tempat pemberhentian setelah menyeberang dari Pantai Sendang Biru.Sekitar bulan Juli lalu, saya melakukan perjalanan ke Pulau Sempu bersama Kulukuluers (sebutan anggota komunitas traveling Kalakeya). Tiga perahu menyeberangkan kami ke kawasan Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru. Perjalanan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.Turun dari perahu di Teluk Semut, kami melanjutkan perjalanan sambil berjalan kaki. Jalan yang harus kami lewati penuh dengan ranting yang berserakan di tengah jalan dan bebatuan tajam. Jalan ini semakin sulit ditapaki saat tiba dalam kondisi basah.Tapi beruntung, hari itu jalan lumayan kering sehingga tidak terlalu sulit. Ya, meskipun begitu karena membawa ransel besar, cukup membuat kami kelelahan ditambah dengan jauhnya jarak yang kami tempuh.Di tengah perjalanan, kami sempat menemui biawak yang bersembunyi dalam semak-semak. Menurut informasi yang kami baca sebelum berangkat, di Pulau Sempu memang masih terdapat beberapa hewan liar di antaranya kera ekor panjang, kelelawar, ular sanca bodo, dan biawak. Selain itu di pulau ini juga masih terdapat berbagai macam tumbuhan, seperti manggis, mangga hutan, dan pluncing.Debur ombak yang mulai terdengar jelas menjadi tanda kalau perjalanan kami hampir selesai. Dari kejahuan, kami dapat melihat birunya air Segara Anakan dari celah pepohonan. Sampai di titik ini, perjalanan selanjutnya harus melewati pinggiran Segara Anakan yang dikelilingi oleh tebing curam.Setelah melalui jalan itu, hamparan pantai berpasir putih yang tidak begitu luas menyambut kedatangan kami. Segara Anakan airnya sangat biru dan jernih. Dinamakan Segara Anakan karena segara berarti laut sedangkan anakan berarti peranakan. Sebab, air Segara Anakan berasal dari terowongan Samudera Hindia, yang berada di tengah-tengah bukit yang menjulang di sebelah barat Segara Anakan.Ombak yang cukup besar menghantam terus menerus melalui terowongan Samudera Hindia tersebut. Di sebelah timur juga terdapat bukit menujulang yang merupakan bukit tertinggi di antara bukit-bukit yang mengitari Segara Anakan.Β Dari puncak bukit ini, pelancong dapat menikmati pemandangan laut yang sangat indah. Pada malam hari, kami menghabiskan duduk di pinggir pantai menikmati keindahan langit berbintang. Sepoi-sepoi angin laut dengan desir ombak menjadi alunan merdu dalam orkestra alam.Ahh, Pulau Sempu sebuah keindahan yang tidak pernah habis untuk dinikmati. Surga duniawi yang cantik dengan segala panorama yang memukau. Tidak ada beban dan masalah, saat bersantai di pulau ini yang terasa hanya kebebasan dan kenyamanan.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun