Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Minggu, 20 Mei 2012 13:00 WIB
loading...
Putri Rizqi Hernasari
Bagian depan Museum Kebangkitan Nasional (dok. Putri/detikTravel)
Koridor masuk Museum Kebangkitan Nasional (dok. Putri/detikTravel)
Diorama kegiatan belajar di STOVIA (dok. Putri/detikTravel)
Ruang pameran foto (dok. Putri/detikTravel)
Halaman Museum (dok. Putri/detikTravel)
Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman
Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman
Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman
Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman
Ironi Museum Kebangkitan Nasional yang Dilupakan Zaman
Jakarta - Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta Pusat pun menjadi saksi sejarah bangkitnya semangat nasionalisme pemuda. Sayang, museum itu mulai dilupakan zaman.Museum Kebangkitan Nasional yang berada di Jl Abdurrahman Saleh No 26, Jakarta Pusat, menjadi saksi sejarah bangkitnya semangat nasionalisme pemuda Indonesia. Di gedung ini, pada tanggal 20 Mei 1908 lalu sekelompok pelajar membentuk organisasi pemuda pertama di Indonesia bernama Budi Utomo. Untuk mengenang kelahiran Budi Utomo, maka tanggal 20 Mei pun diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.Museum Kebangkitan Nasional yang Anda kenal sekarang, dulunya merupakan Gedung STOVIA (School Tot Opleding Van Inlandsche Artsen) pada tahun 1902. STOVIA adalah sekolah kedokteran untuk pemuda Indonesia yang salah satunya merupakan pendiri Budi Utomo.Kemudian, seiring berjalannya waktu, pada tahun 1982, Gedung STOVIA berubah nama menjadi Museum Kebangkitan Nasional. Datang ke museum ini, sama saja dengan mengenal sejarah kebangkitan nasional. Banyak ruang pameran yang menunjukkan semangat juang para pemuda untuk membangkitkan jiwa nasionalisme.Secara umum, museum ini memamerkan berbagai benda sejarah yang berhubungan dengan Kebangkitan Nasional. Mulai dari dokumen, foto, lukisan, diorama, film, dll. Berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 15.000 m2, Museum Kebangkitan Nasional memiliki 4 ruangan utama."Ada 4 ruangan utama di museum ini, pertama Ruang Pengenalan, Ruang Sebelum Pergerakan Nasional, Ruang Awal Kesadaran dan Ruang Pergerakan Nasional," kata Kepala Seksi Koleksi dan Edukasi, Isnudi, kepada detikTravel di Museum Kebangkitan Nasional, Minggu (20/5/2012).Ruang pertama yang bisa turis kunjungi adalah ruang pengenalan yang berfungsi sebagai miniatur gedung dan koleksi. Pengunjung yang datang bisa mengetahui dan memahami secara utuh koleksi dan fungsi ruangan yang ada di Museum Kebangkitan Nasional. Ruang ini menggambarkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari masa kedatangan Eropa hingga proklamasi pada 17 Agustus 1945.Ruang kedua adalah Ruang Sebelum Pergerakan Nasional yang menampilkan masa sebelum pergerakan nasional, dimulai sejak munculnya penjajahan Hindia Belanda di Indonesia hingga timbulnya rasa kesadaran nasional. Koleksi yang ditampilkan dalam ruangan meliputi penderitaan akibat kolonialisme dan perjuangan rakyat dalam melawan kolonialisme.Jalan menuju ruang ketiga, Anda akan tiba di dalam ruangan pendidikan. Di sini, pelancong akan disuguhkan dengan ruangan belajar pemuda Indonesia, khususnya kaum bangsawan.Nah, ruang utama terakhir yang bisa Anda masuki adalah Ruang Pergerakan Nasional. Bagaimana lahirnya Budi Utomo sebagai organisasi pemuda pertama, akan dijelaskan di ruangan ini.Bagian museum yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah diorama belajar STOVIA. Di sini, Anda akan disuguhkan pemandangan kegiatan belajar murid STOVIA, lengkap dengan patung murid, guru, bangku dan kursi.Selain diorama Budi Utomo, ternyata museum ini juga memiliki diorama kelas Kartini. Diorama ini menjelaskan bagaimana Kartini memberikan pendidikan kepada kaum perempuan.Berjalan menuju Ruang Memorial Budi Utomo, pelancong juga akan disuguhkan pemadangan yang menarik perhatian. Ruangan ini mendeskripsikan suasana belajar pada mahasiswa kedokteran, lengkap dengan guru dan spesimen penelitian. Menariknya lagi, Anda bisa melihat tengkorak asli yang dulu digunakan murid STOVIA untuk kuliah anatomi.Sayangnya, keberadaan museum ini kurang mendapat perhatian masyarakat. Ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang tidak begitu besar. Pengunjung tidak sampai 20.000 orang pertahun alias hanya sekitar 55 orang perhari! Bandingkan dengan pengunjung mal di Jakarta, sungguh ironi."Pengunjung kita masih sedikit ya, kurang dari 20.000 orang per tahun," jelas Isnudi.Dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional, Museum Kebangkitan Nasional menyelenggarakan pameran yang berisi foto-foto masa pergerakan kebangkitan nasional."Pameran akan diselenggarakan mulai besok (Senin), seminggu penuh dari jam 09.00 sampai 15.00 WIB," ujar Isnudi.Nah, jika tertarik datang ke museum ini, pengunjung bisa datang pada Selasa-Jumat pukul 08.30-15.00 WIB, dan Sabtu-Minggu mulai pukul 08.30-14.00 WIB. Khusus Senin dan hari besar, Museum Kebangkitan Nasional tutup. Tiket masuknya pun amat sangat murah, hanya Rp 2.000.Mumpung tepat pada Hari Kebangkitan Nasional, ayo kunjungi museumnya. Asah kembali rasa cinta tanah air kita, yang hari ini sudah koyak dengan berbagai sentimen antar kelompok dan aneka problema bangsa.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads