Zhouzhuang, Ketika Venesia Pindah ke China

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Zhouzhuang, Ketika Venesia Pindah ke China

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 22 Mei 2012 16:48 WIB
Jakarta - Kanal, jembatan, dan rumah terapung. Tak ada yang menandingi eksistensi Zhouzhuang sebagai Venesia-nya China. Sebagai kota sungai tertua di Negeri Tirai Bambu, tak ada satu pun traveler yang bisa mengelak dari pesonanya.Bicara tentang kota sungai, yang terlintas dalam benak Anda pasti Kota Venesia di Italia. Padahal, negara China juga punya sebuah kota dengan konsep yang sama. Banyaknya kanal dan jembatan menyatu indah dengan pemukiman bergaya lokal. Tak heran, Kota Zhouzhuang yang berada di Provinsi Jiangsu ini dijuluki Venesia-nya China.Konsep kota seperti ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Mengutip situs CNNGo yang dikunjungi detikTravel, Selasa (22/5/2012), kota yang dulu bernama Yaocheng ini sempat jadi perhentian Jalur Sutra pada masa Dinasti Yuan (1860). Kapal-kapal kecil membawa sutra, keramik, serta beragam kerajinan dan karya seni. Semuanya dikumpulkan di sini sebelum disebar ke seluruh China bagian selatan.Namanya berubah jadi Zhouzhuang pada awal masa Dinasti Qing. Walau begitu, atmosfer tradisional kota ini tak berubah hingga sekarang. Zhouzhuang dikelilingi dan dibagi-bagi oleh sungai juga danau. Ada 14 jembatan batu yang menghubungkan jalanan serta rumah yang dibuat di atas air. Sama seperti Venesia, rumah-rumah di Zhouzhuang pun tahan erosi!Cara terbaik menjelajah Zhouzhuang adalah dengan menyewa gondola untuk berkeliling kanal. Walaupun cukup murah, jangan kaget kalau Anda menghabiskan seharian berkeliling kota. Para pemilik gondola seakan sengaja mendayung sepelan mungkin, hingga Anda meresapi semua atmosfer kota cantik ini.Seluruh kota tampak berkompromi untuk membuat wisatawan terhipnotis. Siapa yang tak terkesiap melihat The Hall of Shen's Residence, sebuah tempat tinggal bangsawan yang dibangun pada 1742. Rumah Shen sang bangsawan ini menempati lahan seluas 2.000 meter persegi, dibagi menjadi tiga bagian. Anda bisa melihat kemegahan rumah ini dari atas gondola.Selama perjalanan, Anda akan dihibur oleh aktivitas masyarakat lokal yang ramah. Anak-anak bermain riang di pelataran rumah-rumah bergaya arsitektur Suzhou. Sesekali terlihat pula ibu-ibu yang kerap mencuci baju mereka. Jangan terlena, karena Double Bridge dan Fu'an Bridge yang cantik tak boleh terlewat dalam lensa kamera.Bolehlah Anda meminta si pemilik gondola untuk berhenti sejenak di Quanfu Temple. Pura Buddha ini punya bangunan yang cantik, serta tak lepas dari arsitektur khas Tionghoa. Selain itu ada pula tempat peribadatan bagi umat Tao yakni Chengxu Temple, yang juga sama cantiknya.Sore hari paling baik dihabiskan di Nanbai Swing, sebuah danau yang terletak di sebelah selatan Zhouzhuang. Danau seluas 3,6 hektar ini dikelilingi pohon bambu khas China, lengkap dengan kolam teratai dan beberapa paviliun cantik di sekitarnya. Malam harinya, puluhan lampion yang bergantung di atap rumah-rumah akan menyala dan memancarkan romansa.Kota Zhouzhuang menunjukkan wajah tercantiknya pada musim gugur dan musim dingin. Namun, kota ini tetap tersenyum manis pada dua musim selain itu. Tak sulit untuk mencapai kota ini. Anda bisa mendarat di Bandara Shanghai lalu melanjutkan perjalanan dengan berkendara sejauh 60 kilometer.Jangan lupa menangkap momen matahari terbenam dari atas gondola, atau saat matahari terbit keesokan harinya. Zhouzhuang akan membawa Anda masuk ke dalam lukisan alam. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads