Manisnya Museum Gula di Klaten, Jawa Tengah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Manisnya Museum Gula di Klaten, Jawa Tengah

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 09 Mei 2012 13:44 WIB
loading...
Afif Farhan
Mesin penggilingan gula di masa lampau (Fajar Sari Dewi/dTraveler)
Alat tradisional penggilingan tebu untuk diproses manjadi gula (nonobudparpora.wordpress.com)
Lokomotif tua untuk mengantar gula ke tempat-tempat tujuan (nonobudparpora.wordpress.com)
Manisnya Museum Gula di Klaten, Jawa Tengah
Manisnya Museum Gula di Klaten, Jawa Tengah
Manisnya Museum Gula di Klaten, Jawa Tengah
Jakarta - Museum menjadi destinasi bagi Anda pecinta sejarah atau benda-benda langka. Di Klaten, Jawa tengah, terdapat Museum Gula yang merekam sejarah perkembangan tebu dan gula di Indonesia. Unik!Mungkin, nama museum ini tidak terlalu dikenal. Padahal letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan, atau sekitar 20 menit perjalanan untuk menuju museum ini. Museum Gula terletak di Klaten, Jawa Tengah dan berada di dalam kompleks pabrik gula Gondang Baru, Klaten.Indonesia mempunyai hasil bumi yang melimpah sejak zaman dulu, salah satunya adalah gula. Gula berperan penting untuk mengolah makanan dan sejenisnya. Tak heran, Belanda pun menjajah Indonesia untuk mendapatkan hasil bumi tersebut. Pulau Jawa merupakan salah satu penghasil gula yang melimpah.Perkembangan sejarah gula dari zaman penjajahan hingga kini, tersimpan rapi di Museum Gula. Ada banyak alat-alat tradisonal dan pernak-perniknya, yang digunakan pada masa lampau untuk memproses tebu menjadi kristal gula. Museum ini pun telah diresmikan pada tahun 1982 untuk menjadi pelajaran dan pengetahuan tentang sejarah gula.Begitu memasuki museumnya, Anda akan menyaksikan peta Jawa Tengah dengan titik-titik lokasi pabrik gulanya. Setelah itu, Anda juga dapat melihat koleksi berbagai macam alat-alat pertanian yang digunakan untuk menanam tebu, seperti cangkul, sabit, dan lain-lain. Tidak hanya itu, berbagai bibit-bibit tebu, alat-alat pengolah tebu menjadi gula pasir, dan sarana pengangkutnya akan menjadi suguhan sejarah perkembangan gula di masa lampau.Uniknya, di museum ini juga terdapat lokomotif tua yang digunakan untuk mengangkut tebu dan gula pada zaman Belanda. Lokomotif tua ini dipajang di halaman museum dan sudah berumur puluhan tahun. Puas berkeliling, jangan lupa untuk mencicipi teh poci dengan gulanya yang manis dan berbelanja suvenir makanan hasil olahan gula.Dengan biaya masuk sekitar Rp 5.000, Anda bisa mempelajari perkembangan gula sebagai hasil olahan bumi dari masa lampau hingga sekarang. Yuk! berkunjung ke Museum Gula dan rasakan manisnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads