Jakarta - Situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan belum dioptimalkan oleh pemerintah setempat. Padahal, potensinya sangat besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.Itulah yang dikatakan Delegasi ASEAN asal Thailand, HE Amb Manasvi Srisodapol, saat pertemuan bersama Komite Perwakilan Tetap Negara ASEAN di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang, Jumat (11/05/2012).“Mengenai wisata, Sumsel ketinggalan dibandingkan Thailand, bahkan dari Kamboja. Padahal potensi alam dan latar belakang sejarah di wilayah ini sangat spesial. Jika dimanfaatkan dengan baik, hasilnya pasti akan berbeda,” ujar Srisodapol.Srisodapol menjelaskan mimpi besar Sumsel untuk menjadi salah satu tujuan wisata terbesar di Asia Tenggara bukan hal yang mustahil. Dengan latar belakang sejarah Kerajaan Sriwijaya, Sumsel berpotensi meningkatkan kunjungan turis mancanegara, bahkan membuka peluang investasi lebih besar lagi.“Asal ada kemauan dari pemerintah, dan dukungan masyarakatnya pasti bisa. Simbol-simbol Kerajaan Sriwijaya bisa dijadikan nilai jual untuk objek wisata,” katanya.Di tempat terpisah, budayawan Erwan Suryanegara mengatakan pernyataan Srisodapol itu ada benarnya. “Tapi mulai tahun ini kita sudah membuka lembaga kajian khusus mengenai Kerajaan Sriwijaya, selanjutnya akan dibuat miniature Kerajaan Sriwijaya. Agenda ini sudah didukung oleh Walikota Palembang Eddy Santana Putra. Kalau ini sudah selesai, baru pas buat dijadikan objek wisata,” kata Erwan.Taufik Wijaya - detikNews
(dtvl/dtvl)