Mengintip Aktivitas Bandara Adi Sucipto dari Candi Ijo
Senin, 02 Apr 2012 10:49 WIB
Aji Prasetiyo
Jakarta - Semilir angin serta pesawat yang bergerak menjauhi bandara membuat suasana Candi Ijo semakin menguatkan pesonanya. Beragam keunikan yang menjadi daya tarik wisatawan kian mendukung keindahan candi yang berdiri gagah di atas Bukit Ijo, Yogyakarta.Candi Ijo, secara administratif berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebenarnya candi yang satu ini masih satu koompleks dengan Candi Ratu Boko.Berdiri gagah di atas Bukit Ijo yang terletak di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut, Candi Ijo menjadi penghuni yang sangat gagah di antara pepohonan. Karena lokasi yang tinggi, pemandangan alam di sekitar candi sangatlah indah. Terutama bila Anda melihat ke arah barat maka akan terlihat petak-petak lahan pertanian warga. Serunya, Anda juga bisa melihat pesawat yang sedang take off dan landing, serta aktivitas lainnya di Bandara Adisucipto. Dan, pemadanagan seperti inilah yang tidak bisa dinikmati bila Anda berwisata ke candi lainnya.Keunikan lain dari candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9 ini adalah susunannya yang terdiri atas 17 buah bangunan yang berada pada sebelas teras berundak dengan candi induk yang berada di puncak, yaitu teras ke 11. Hal ini didasarkan pada ajaran agama Hindu yang menempatkan dewa pada posisi tertinggi. Dalam bahasa India disebut vastu, yaitu tempat tertinggi dan istimewa bagi para dewa.Struktur bangunan candi yang merepresentasikan Gunung Mahameru ini tidak ditemukan di komplek candi lainnya yang biasa menempatkan candi induk pada posisi tengah. Adanya fakta tersebut kian menambah keunikan dari Candi Ijo.Uniknya lagi pada pintu masuk candi terdapat ukiran kalamakara, berupa mulut raksasa (kala) yang berbadan naga (makara). Biasanya ukiran seperti ini Β yang biasa dijumpai pada candi-candi Buddha. Hal ini menunjukkan bahwa candi ini adalah bentuk akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha.Dalam kompleks candi ini terdapat tiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat Hindu kepada Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Masing-masing dari candi perwara tersebut berisi yoni, arca nandi, arca padmasana, dan sebuah lubang pembakaran.Menikmati setiap detail Candi Ijo ini akan membawa setiap pengunjung pada pengalaman yang sarat makna sekaligus penghargaan terhadap mahakarya dari para leluhur terdahulu. Apalagi jika pengunjung menghabiskan waktu di kompleks candi ini hingga senja menyongsong. Perjalanan pulang saat menuruni bukit akan disambut oleh bias-bias sunset di langit bagian barat yang sangat indah sebagai oleh-oleh yang tidak akan terlupakan.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah