Menyusuri Perjuangan Rakyat Yogya Sepanjang Selokan Mataram

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menyusuri Perjuangan Rakyat Yogya Sepanjang Selokan Mataram

desipuspasari - detikTravel
Selasa, 10 Apr 2012 10:06 WIB
loading...
desipuspasari
Jalur beraspal yang bisa Anda lewatkan saat bersepeda (sumber: www.panoramio.com)
Jembatan yang menghubungkan Jalan Kaliurang dan Jalan Monjali di sisi Selokan Mataram (sumber: astian-goldenblog.blogspot.com)
Pemandangan para petualang yang gowes di sekitar Selokan Mataram (sumber: sepedaku.com)
Pemandangan jalur di sekitar Sungai Progo (sumber: denmasbrindhil.wordpress.com)
Menyusuri Perjuangan Rakyat Yogya Sepanjang Selokan Mataram
Menyusuri Perjuangan Rakyat Yogya Sepanjang Selokan Mataram
Menyusuri Perjuangan Rakyat Yogya Sepanjang Selokan Mataram
Menyusuri Perjuangan Rakyat Yogya Sepanjang Selokan Mataram
Jakarta - Selokan Mataram memiliki nilai bersejarah khususnya untuk masyarakat Yogyakarta. Tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, selokan inilah yang melindungi rakyat Yogyakarta dari praktik Romusha yang dilakukan Jepang masa silam. Sampai sekarang, selokan ini masih tetap mengairi ribuan hektar lahan pertanian.Seorang pemimpin haruslah melindungi rakyatnya. Itulah yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono XI. Demi menyelamatkan rakyatnya dari kekejaman Jepang melalui Romusha, sang Sultan berhasil memperdayai Jepang. Seperti yang diceritakan dalam id.wikipedia.org, Selasa (10/04/2012), Sultan berdalih dengan membuat selokan atau saluran air yang akan digunakan untuk membantu pengairan lahan. Akhirnya, Jepang menyetujui permintaan Sultan dan rakyat pun terbebas dari kekejaman Romusha.Berkat akalnya yang cerdik, Sultan berhasil mengalihkan pekerjaan rakyatnya yang terbelenggu dalam penyiksaan saat Romusha untuk membuat saluran air. Adanya saluran air ini tak semerta-semerta digunakan untuk kepentingan Jepang tapi juga untuk kemakmuran rakyat Yogyakarta. Maka berkat kerja keras rakyat, jadilah sebuah saluran yang memiliki panjang 30 km, dari Sungai Progo ke Sungai Opak.Hingga saat ini, selokan yang dahulu dinamakan sebagai Kanal Yoshiro ini tetap berdiri kokoh sebagaimana fungsinya. Sekarang, masyarakat menyebutnya Selokan Mataram. Bahkan kini, selokan yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tak jarang menjadi alternatif liburan Anda sambil menikmati pemandangan seru.Wisata menelusuri Selokan Mataram ini bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan, apalagi bagi Anda yang menyukai tantangan. Anda bisa menggowes sepeda MTB dan memacu motor Anda menelusuri Selokan Mataram dengan panorama hamparan sawah nan hijau. Saat sedang beradu otot dengan sepeda yang digowes, jalan setapak yang licin serta jembatan-jembatan yang curam akan menjadi penghalang yang menantang dalam perjalanan Anda. Selama itu juga, pemandangan alam yang indah, dusun-dusun yang nyaman, serta pemandangan sawah yang hijau menjadi teman terindah dalam petualangan Anda menelusuri Selokan Mataram.Jangan kaget atau pun heran bila sewaktu-waktu Anda melihat sungai yang tidak dilengkapi jembatan. Kalau sudah bertemu situasi seperti ini, jangan balik arah mencari jalan lain! Anda harus mencoba cara yang lebih singkat dan menantang, yaitu memanggul sepeda dan berjalan melewati saluran bawah tanah, mengikuti aliran air. Selanjutnya, barulah Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda di hulu Sungai Opak ataupun Sungai Progo. Untuk mencapai kedua hulu ini Anda harus melewati jalur yang berbeda. Bila Anda menempuh perjalanan ke arah timur maka perjalanan Anda selesai di Sungai Opak. Namun, bila Anda menuju ke arah Barat maka perjalanan Anda finish di Sungai Progo.Sama seperti para pembuatnya terdahulu yang pantang menyerah, Anda akan merasakan kerja keras dan kesungguhan mencari kebebasan di Selokan Mataram. Tidak memerlukan biaya mahal untuk menikmati dan merasakan jalur Selokan Mataram. Hanya perlu nyali besar, stamina yang kuat, dan pantang menyerah Anda pasti bisa menaklukan jalur Selokan Mataram.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads