Batu-batu Candi Borobudur Akan Awet Ribuan Tahun
Rabu, 18 Apr 2012 17:22 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Candi Borobudur, Mendut dan Pawon telah menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1993. Untuk menjaga itu semua, pelestarian aset pun dilakukan, salah satunya dengan mengadakan Ruwat Rawat Borobudur.Ruwat Rawat Borobudur yang digelar Rabu (18/4/2012) dilakukan oleh masyarakat sekitar Candi Borobudur, bekerja sama dengan Indonesian Heritage Trust/ Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dan Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Penataan Ruang. Dalam acara tersebut turut hadir Ketua BPPI, Pia Alisyahbana, Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro Jakti dan aktivis pelestari pusaka Indonesia.Dalam Ruwat Rawat Borobudur, Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Pia Alisyahbana mengungkapkan Candi Borobudur, Mendut dan Pawon merupakan salah satu pusaka dunia yang diakui UNESCO sejak tahun 1993. Sebagai kekayaan bersama, yang diperlukan adalah pelestarian aset pusaka tersebut."Kita bangga dengan itu sehingga harus dilestarikan bersama," kata Alisyahbana.Hal senada juga dikatakan Ketua Dewan Pimpinan BPPI, Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Ia mengatakan pembangunan kembali Borobudur berhasil dilakukan oleh pemerintahan Soeharto bersama berbagai pihak. Hal ini terlihat dari ribuan batu yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun berhasil disusun kembali."Tanpa bantuan komputer untuk pendataan batu-batuan, saat itu mustahil bisa dilakukan. Batu-batu itu kemudian diberi larutan kimia agar awet hingga seribu tahun lagi," katanya.Alisjahbana berharap semua pemerintahan yang memimpin Indonesia saat ini hingga masa mendatang mau memberikan perhatian terhadap Candi Borobudur. "UNESCO sudah memberi pengakuan, kita berharap warisan pusaka dunia ini bisa lestari hingga 1.000 tahun yang akan datang," tukasnya. Bagus Kurniawan - detikTravel











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus