Yuk! Jaga Kalimantan Sebagai Detak Jantung Dunia
Kamis, 19 Apr 2012 13:33 WIB
Afif Farhan
Jakarta - Kalimantan merupakan salah satu destinasi wisata yang diincar banyak turis karena kondisi kekayaan alamnya yang melimpah. Untuk terus menjaga kelestariannya, pemerintah dan WWF bekerjasama untuk menjaga 'detak jantung dunia' tersebut.Tidak diragukan lagi, sekarang Kalimantan telah menjadi destinasi wisata incaran para wisatawan dalam dan luar negeri. Salah satu yang menjadi daya tariknya adalah kekayaan flora dan fauna yang ada di dalam hutan hujan tropisnya.Benar sekali, pulau yang dikenal dengan nama Borneo tersebut, memiliki kekayaan berupa hutan tropis yang sangat lebat. Fauna endemik Kalimantan, seperti orang utan dan bekantan pun sangat menarik untuk disaksikan. Untuk menjaga kelestarian itu semua, pemerintah bersama WWF bekerja sama mengadakan program Heart of Borneo (HoB) sejak 2007 lalu.Tahun ini, program HoB kembali diadakan oleh WWF. Masih sama dengan tahun sebelumnya, program HoB bekerja sama dengan tiga negara yaitu Indonesia, Brunei dan Malaysia.Melalui program HoB, diharapkan kelestarian tiap kehidupan di Kalimantan, seperti kehidupan suku-suku, flora dan fauna, sungai, serta lingkungannya bisa terjaga.Tidak hanya itu, masyarakat Kalimantan juga diajak untuk menjaga hutan, serta memperkenalkan kehidupan-kehidupan Kalimantan dan tiap habitat di dalamnya."Jika hutan habis, maka kami juga habis," Kata Kepala Adat Malinau Kalimantan Timur, Anyi, dalam jumpa pers HoB di Pacific Place, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2012). Turut serta dalam jumpa pers HoBΒ adalah Leader Heart of Borneo, WWF Indonesia dan perwakilan suku-suku di Kalimantan."Kami mempunyai 2 tahap, yaitu konservasi dan pembangunan berkelanjutan," kata salah satu wakil dari WWF Indonesia, Wisnu Rumantor.Pembangunan berkelanjutan akan dikemas dengan green economy. Kelestarian hutan dan mencegah pembalakan liar merupakan masalah utama yang harus dihadapi. Selain itu, tata ruang juga akan terus dibahas.Dengan luas 743,330 km persegi, Kalimantan telah menjadi paru-paru dunia. Tidak hanya tugas pemerintah saja, Anda sebagai traveler juga dapat membantu melestarikan lingkungan Kalimantan. Caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan saat berkunjung ke sana.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru