Museum Kartini, Saksi Bisu Perjuangan Sang 'Kembang Jepara'

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Museum Kartini, Saksi Bisu Perjuangan Sang 'Kembang Jepara'

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Sabtu, 21 Apr 2012 10:26 WIB
Jakarta - Nama Raden Adjeng Kartini telah melekat di banyak hati. Sebagai pahlawan emansipasi wanita di Indonesia, Kartini adalah sosok yang sangat dikagumi. Anda bisa menyelami kehidupannya di Museum Kartini yang terletak di Jepara, Jawa Tengah."Kemenangan seindah-indahnya dan sesukar-sukarnya yang boleh direbut oleh manusia ialah menundukkan diri sendiri."Itulah salah satu pesan yang terukir pada potongan besar kayu jati. Tingginya 2 meter, dengan lebar 1,5 meter. Ada lima pesan yang merupakan petikan surat-surat buatan Kartini. Ini adalah hasil pemikiran dari wanita kelahiran 21 April 1879 itu.Lewat berbagai perjuangannya terkait emansipasi wanita dalam bidang pendidikan dan pengajaran, tak heran Raden Adjeng Kartini dikagumi tiap orang. Bahkan kisah perjuangannya ditulis oleh sastrawan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya "Panggil Aku Kartini Saja". Buku ini berhasil membuat banyak orang terpesona, hingga jatuh cinta pada sosok Kartini.Lima potongan besar kayu jati itu terdapat di Museum Kartini, yang letaknya di Alun-alun Kota Jepara, Jawa Tengah. Museum ini berisi benda-benda peninggalan Kartini dan keluarganya. Walaupun dibangun pada 1975 -jauh setelah Kartini wafat pada 1904- Museum Kartini menjadi bukti historis pergerakan dan pergulatan batinnya.Di pelataran museum, terdapat patung Kartini yang terbuat dari perunggu. Museum ini terbagi jadi empat ruangan. Masuk ke ruangan pertama, Anda akan disuguhkan bagan silsilah keluarga RA Kartini. Rupanya, Kartini masih ada hubungan darah dengan Prabu Brawijoyo yang sempat menjabat sebagai Raja Majapahit.Kakak kandung Kartini, RM Panji Sosrokartono, adalah seorang terpelajar lulusan Universitas Leiden di Belanda. Ia menguasai 26 bahasa, sekaligus menjadi ahli pengobatan tradisional dengan media air putih. Sosrokartono adalah satu dari segelintir orang yang menyandang gelar agung 'Alif'. Kecerdasan itu pastinya menurun langsung ke adiknya sendiri.Masuk lebih dalam, ada beberapa peninggalan keluarga Kartini mulai dari furnitur, mesin jahit, canting, kotak penyimpanan jamu-jamuan, hingga surat-surat dengan tulisan tangan asli Kartini. Beberapa di antaranya ditujukan untuk Stella Zeehandelan, salah seorang teman yang berada nun jauh di Belanda sana.Sementara surat yang berisi tentang keinginan Kartini untuk memeroleh persamaan hak, terutama hak wanita untuk mendapat pendidikan yang layak dan terbebas dari kungkungan adat itu kini tertuang dalam bentuk buku. Salah satu pejabat pemerintah kolonial Belanda masa itu, V.H. Abendanon, berinisiatif membukukan surat-surat milik Kartini terkait permohonan studi di luar negeri. Kumpulan surat itu kemudian diberinya judul 'Door Duisternis tot Licht', atau yang kita kenal sebagai 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.Di museum ini, Anda juga bisa melihat koleksi benda kerajinan khas Jepara seperti keramik, ukiran, dan anyaman rotan. Selain cerdas dan herois, Kartini dan saudara-saudaranya adalah bangsawan penyuka kesenian. Beberapa lukisan tangan Kartini dan saudara-saudaranya juga dipajang di sini, bersama beberapa karya sulaman yang masih apik.Tak lengkap rasanya bila pada Hari Kartini ini Anda belum menyambangi Museum Kartini. Setelah berkunjung ke sini, Anda akan paham betapa besar perjuangan Kartini terkait emansipasi wanita dan pendidikan. Coba renungkan setiap kata yang tertulis dalam papan kayu jati raksasa itu, seperti:"Dan siapakah yang lebih banyak dapat berusaha memajukan kecerdasan budi itu, siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia ialah wanita, Ibu, karena haribaan Ibu itulah manusia, mendapatkan didikannya yang mula-mula sekali". (dtvl/dtvl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads