Menjelajah Tambora, Pendakian Terakhir Wamen ESDM
Minggu, 22 Apr 2012 10:38 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Gunung Tambora di NTB kini menjadi saksi bisu pendakian terakhir Wamen ESDM, Widjajono Partowidagdo. Gunung ini memang cukup menantang untuk Anda pecinta olahraga naik gunung. Penasaran?Sabtu (22/4/2012) kemarin, Gunung Tambora menjadi saksi bisu pendakian terakhir Wamen ESDM, Widjajono Partowidagdo. Berita mengejutkan dari gunung setinggi 2.851 mdpl ini ternyata bukan yang pertama kali. Pada tahun 1815 silam, Tambora juga pernah mengejutkan dunia dengan ledakannya yang dahsyat.Saat itu, Tambora mengeluarkan isi perutnya dan mengakibatkan korban jiwa lebih kurang 92.000 jiwa. Abu dan debu Tambora melayang dan menyebar mengelilingi dunia, menyobek lapisan tipis ozon, menetap di lapisan troposfer selama beberapa tahun kemudian turun melalui angin dan hujan ke Bumi. Bahkan, dampaknya turut dirasakan hingga China dan beberapa negara di Eropa.Ya, Gunung Tambora merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang masih aktif, sekaligus tempat pendakian yang menantang. Jika Anda salah satu penggila olahraga naik gunung, tidak ada salahnya mendaki Tambora. Gunung ini menjanjikan pengalaman naik gunung yang berbeda. Segera siapkan fisik, dan temukan keanggunan Tambora. Lewat ketinggian Tambora yang melebihi 2.000 mdpl, kemampuan fisik pendaki diuji selama kurang lebih 3 hari 2 malam. Tantang tak sampai di situ, para pendaki masih diuji dengan jalur pendakian yang dibilang ekstrem. Anda diharuskan melalui jalur puluhan kilometer yang sebagian besar bergelombang. Tak ketinggalan lubang-lubang besar menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki.Tambora dengan berbagai kesulitan pendakian yang dimilikinya, juga menyajikan keindahan alam yang tak tergantikan. Sepanjang jalur pendakian, Anda akan disuguhkan dengan hijaunya pepohonan.Suguhan pemandangan cantik ini sudah bisa Anda nikmati sejak berada di kaki gunung. Padang rumput yang membentang di sisi kanan jalan kaki gunung menyambut kedatangan para pendaki. Beberapa kuda liar yang menjadi salah satu ciri khas Sumbawa, tampak malu-malu di balik rerumputan menyambut kedatangan pendaki.Setibanya di bagian tengah gunung, pepohonan besar yang kali ini menemani. Tak bisa dipungkiri, udara segar selalu setia menemani pendakian panjang Anda.Setelah mendaki kurang lebih 3 hari 2 malam, kini saatnya Anda mempersiapkan diri untuk melihat pemadangan paling menakjubkan dari Tambora. Di bagian puncaknya, sebuah kawah besar dengan panorama spektakuler menanti kedatangan para pendaki. Inilah bayaran paling indah dari pendakian panjang Anda.Tidak berlebihan bila kawah Gunung Tambora dikatakan yang paling indah dan besar. Seorang peneliti dunia bahkan menjuluki Tambora sebagai "The Greatest Crater in Indonesia" atau "Gunung Api dengan Kawah Terbesar di Indonesia", seperti yang ditulis situs Indonesia Travel, Minggu (22/4/2012).Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda ingat sebelum mendaki Tambora. Pertama tentu siapkan fisik. Kedua, pastikan Anda mendaki antara Juli dan Agustus. Saat itu cuaca sekitar Tambora bisa dibilang cukup baik untuk pendakian.Melakukan pendakian ke Gunung Tambora disarankan melalui jalur resmi, yaitu melewati Dusun Pancasila yang relatif lebih aman. Anda dapat menggunakan kendaraan dari Cabang Banggo (Mbanggo) di Kabupaten Sanggar dengan jarak tempuh sekira 2Β jam lebih.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah