Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub

Dhiana Puspitasari - detikTravel
Senin, 06 Feb 2012 12:16 WIB
loading...
Dhiana Puspitasari
Pesona kepulan asap kawah Sikidang
Bermandi kabut
Kawah Sikidang
Bagai musafir
Bersama dua sahabat.......Yudhi dan mb Ninik di bibir kawah
Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub
Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub
Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub
Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub
Kawah Sikidang, Antara Ngeri dan Takjub
Jakarta - Dieng merupakan daerah wisata yang memiliki beberapa alternatif tujuan wisata. Selain "lukisan" matahari terbitnya yang spektakuler, perbukitan yang memngelilingi hamparan tanah yang tandus serta Kawah Sikidang yang mengepulkan asap tebal mendapat perhatian khusus dari para wisatawan.Ketika berjalan menuju kawah mata ini sudah takjub melihat alam yang sangat indah ini. Perpaduan perdu liar dengan warna-warni elok yang tersebar di antara hamparan pasir dan tanah yang pecah dan asap tipis yang mengepul di kejauhan sungguh panorama alam yang elok.Sepanjang perjalanan seorang guide bernama Dwi bercerita tentang Kawah Sikidang dan peristiwa yang menyertainya dari waktu ke waktu. Termasuk tentang cerita pasangan yang pernah terjun ke dalam kawah dan ketika diangkat hanya tinggal tulang belulang. Merinding dan bergidik aku mendengarnya, tetapi di samping itu semua rasa takjub yang sangat mengalihkan semua perasaan lain yang buruk.Hampir di ujung kompleks ini, Kawah Sikidang bertahta. Sebuah kolam besar dengan air bercampur lumpur berwarna abu-abu yang terus menggelegak. Ujung kolam tidak terlihat karena pekatnya asap putih yang mengepul. Konon air dan lumpur ini memiliki suhu 98 derajat celcius, dan bahkan mungkin lebih. Pagar bambu dibangun mengelilingi kawah demi keselamatan para pengunjung. Namun, masih saja ada yang melanggar batas aman ini.Obyek wisata ini memang unik dan menarik tapi Anda harus selalu waspada mengingat kawah ini masih tergolong aktif. Semakin takjub lagi ketika semakin mendekat dengan bibir kawah. Tampak kepulan asap yang terasa panas menyentuh pipiku serta letupan-letupan kecil yang tak pernah lelah.Keunikan lain dari kawah ini adalah kawah utamanya yang selalu berpindah, seolah meloncat mencari tempat baru. Lubang besar tepat di bagian depan kompleks adalah bekas kawah utama sebelum dia merasa "bosan" dan meloncat berpindah ke tempat lain. Bila beruntung Anda juga bisa menyaksikan beberapa orang penambang belerang yang sibuk mencari bongkahan-bongkahan belerang untuk dijual ke kota.Melihat seluruh keindahan ini, hanya bisa bersyukur dan bergumam, "Terima kasih, Gusti sudah memberi kesempatan padaku melihat keindahan ciptaan-Mu yang lain ini."Β Bila Anda beruntung dan berkesempatan menikmati salah satu keindahan alam Dieng satu ini dijamin tak akan ingin cepat pulang. Namun, Anda tetap harus berhati-hati dalam melangkah agar tidak terperosok ke dalam kawah yang panas.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads