Pertama Kali Arung Jeram? Coba Jajal Sungai Elo
Agung Setiaji - detikTravel
Rabu, 08 Feb 2012 10:46 WIB
Jakarta - Memiliki hobi yang bisa memacu adrenalin? Siapa takut! Selain lautnya, Indonesia juga banyak memiliki sungai-sungai dengan aliran air atau jeram yang menantang dan menarik untuk arena rafting atau arung jeram. Olahraga adventure ini sangat membantu untuk menyegarkan otak, melatih kekompakan, dan mengasah feeling kita saat berada di alam bebas.Rafting atau arung jeram, sebuah olahraga petualangan di alam bebas khususnya sungai dengan menggunakan perahu karet dan beberapa perlengkapan lainnya, seperti dayung, pelampung, dan helm. Untuk pemain yang baru pertama kali melakukan olahraga ini, sebaiknya melakukan rafting di sungai-sungai dengan jeram-jeram yang tidak terlalu sulit.Β Untuk pemula, sepertinya Sungai Elo yang terletak di Desa Blondo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bisa menjadi target utama. Dengan jalur pengarungan sepanjang 12,5 km dan durasi waktu sekitar 2,5 jam, para pemula akan puas dalam misi menaklukan jeram-jeramnya. Awalnya, penggambaran jarak dan waktu tempuh pengarungan memang terlihat jauh dan lama. Tapi, jangan pernah berpikir seperti itu sebelum mencoba langsung!Saat tiba di lokasi Sungai Elo, perahu karet sudah bersender di tepi Sungai Elo. Sebelum menuju perahu, seorang river guide terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada peserta rafting. Penyedia jasa arung jeram wajib melakukanb hal ini karena sudah menjadi prosedur keamanan yang harus ditaati. Meskipun peserta sudah pernah melakukan arung jeram, mereka tetap harus memberikan pengarahan tersebut dan peserta pun wajib mengikutinya. Pengarahan itu biasanya berisi tentang teknik-teknik pengarungan, mulai dari cara memegang dayung, menggunakan pelampung, duduk di perahu, berenang di jeram, sampai cara menyelamatkan teman-teman yang jatuh dari perahu.Setelah pengarahan selesai barulah kita menuju perahu dan mulai mengayunkan dayung di air. Riak jeram yang memercik mulai membasahi tubuh dan suasana di dalam perahu mulai riuh dengan canda dan tawa. Eits... kita harus tetap ingat, berarung jeram di sungai sudah pasti akan basah. Jadi, jangan kesal kalau salah seorang teman mengajak bercanda dengan memercikkan air sungai.Jeram-jeram kecil mengawali pengarungan di Sungai Elo dengan sangat ramah. Sampai pada jarak sekitar 700 m kita akan bertemu dengan sebuah jeram yang cukup besar dan pemandu menyebutnya Jeram Welcome. Dengan struktur yang miring dan arus yang sangat deras. Deburan jeram otomatis membuat air masuk ke dalam perahu dan membasahi seluruh isi perahu.Tidak lama kemudian, sekitar 50 m, jeram yang lebih menantang, yaitu Jeram Kedung Celeng sudah siap menyerang. Jeram ini memang besar dari Jeram Welcome. Susana riuh dan riang semaki menghiasi pengarungan Sungai Elo ini karena jeram-jeram berikutnya sudah menanti di depan. Teriak dan tawa mengiringi deburan jeram hingga memberikan nuansa kebebasan yang kita rindukan setelah beberapa hari, pekerjaan ataupun penatnya lingkungan kampus menyibukkan pikiran.Suasana pedesaan dan rindangnya pohon Elo, juga ikut mengiringi pengarungan. Ya, pohon Elo merupakan semacam beringin yang banyak ada di sepanjang sungai ini. Oleh sebab itu, masyarakat menyebut sungai ini dengan nama Sungai Elo.Setelah kira-kira 45 menit atau 1 jam melakukan pengarungan, sampailah kita di rest area yang menurut para pemandu itu merupakan titik tengah track pengarungan. Di rest area ini para penyedia jasa arung jeram sudah menyiapkan kelapa muda dan "jajanan pasar" atau snack tradisional untuk menemani kita melepas lelah sejenak.Selama 15 menit beristirahat kita kembali melanjutkan pengarungan. Menurut pemandu di depan masih ada sekitar 18 jeram lagi yang akan kita temui. Masih dengan semangat yang sama kami melalui pengarungan ini dengan pemandangan yang tak kalah seru. Melewati sebuah bentukan sungai yang cukup sempit pemandu menyebutnya area penyempitan atau Bottle Neck. Sebuah celah sempit dengan lebar penampang sungai sekitar 3-4 m dan lebar penampang Sungai Elo sebelum area ini mencapai kurang lebih 10-20 m. Pada area penyempitan ini, dibagian kanan dan kiri sungai bnyak terdapat dinding-dinding tebing. Airnya deras tapi tenang dan di sinilah biasanya para peserta arung jeram mencoba daya apung pelampung dengan menceburkan diri ke sungai.Tak terasa, akhirnya kami melewati bawah jembatan besar (jalan raya) yang merupakan jalan di dekat Candi Mendut menuju Borobudur. Ketika sudah melewati bawah jembatan ini berarti tak lama kemudian kita akan tiba di finish point. Apa yang terucap di antara teman? "Lho, kok dah nyampe?" Padahal, sebelumnya banyak celotehan kalau pengarungan ini akan lama dan membosankan.Sungguh jeram-jeram dan suasana di Sungai Elo sangat alami. Keindahan, kesejukan, dan rindangnya pohon-pohon Elo selalu menghipnotis para peserta dan membuat waktu terasa sebentar. Walaupun, lelah dan butuh kerja keras, arung jeram di Sungai Elo bisa memberi energi alami sehingga tubuh ini tidak terasa lelah saat mendayung.Apakah wisata ini aman untuk pemula? Sangat aman, karena Sungai Elo mempunyai grade I- II dan itu berarti aman bagi para pemula. Selain itu, penyedia jasa selalu melengkapi peserta dengan peralatan keamanan, seperti plampung, helm, dayung, dan river boat dengan kapasitas 7 orang termasuk pemandu. Pelampung yang disediakan juga mampu mengapungkan beban maksimal 150 kg.Pemandu pun juga mengenakan perlengkapan yang sama tapi ada tambahan seperti throw bag yang berupa gulungan tali setebal 10 mm dengan panjang 15 m dan berfungsi sebagai alat bantu keselamatan jika ada peserta yang jatuh dari perahu. Pemandu pun juga dibekali dengan keahlian berarung jeram yang matang. Tidak hanya pandai mengendalikan perahu, pemandu juga memahami teknik penyelamatan, pengetahuan morfologi sungai, dan cara mengatasi masalah dalam pengarungan.Bila berwisata ke Jogja atau Magelang, arung jeram Sungai Elo sangat pantas hadir dalam daftar kkunjungan Anda. Untuk menuju Sungai Elo, bila menempuh perjalanan dari Jogja harus menempuh jarak sekitar 45 km. Selain itu, lokasi Sungai Elo yang dekat dengan tempat wisata, seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Gardu pandang Merapi Ketep Pass, sangat memungkinkan untuk meneruskan perjalanan Anda di Yogyakarta.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun