Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Rabu, 22 Feb 2012 08:57 WIB
loading...
Fitraya Ramadhanny
Salah seorang peneliti dari Arkeologi Nasional (Arkenas) melakukan penelitian di kotak penggalian yang berada di situs Kota China di Medan, Sumatera Utara.
Peneliti asal Perancis, Daniel Perret (kanan) dari Ecole FranΓ§aise d'ExtrΓͺme-Orient (EFEO/Pusat Penelitian Perancis untuk Timur Jauh), menutup kotak penggalian di Situs Kota China, Medan, setelah selesai melakukan penelitian di kotak tersebut.
Temuan yang berhasil diangkat tersebut antara lain, berupa pecahan keramik dan tembikar dari China dan negara-negara lain, manik-manik asal India selatan, uang kuno China abad 13, tulang belulang, kaca kuno, kerang-kerangan dan benda-benda
Eskavasi yang dilakukan saat ini, merupakan eskavasi tahun kedua yang didanai EFEO. Hasil eskavasi ini menguatkan bukti bahwa wilayah sebelah utara Kota Medan menyimpan jejak kota internasional kuno abad ke-12 hingga ke-16, yang terus
Berbeda dgn perhatian ilmuwan atas warisan sejarah Kota Medan ini, Pemko Medan belum juga berhasil membebaskan lahan situs untuk kepentingan penelitian, Dikhawatirkan situs ini akan musnah sebelum sempat dipelajari secara tuntas, karena
Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan
Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan
Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan
Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan
Keterlaluan! Situs Kota Kuno di Medan Mau Digusur Jadi Perumahan
Jakarta - Β Ini kabar buruk untuk kemajuan pariwisata dan kebudayaan di Medan. Sebuah situs kota China Kuno yang berada di Medan, Sumatera Utara (Sumut) malah mau digusur menjadi perumahan.Β Lahan penelitian penting berkelas internasional tersebut masih belum dibebaskan pemerinah. Kini, developer mulai berencana membangunLahan penelitian penting berkelas internasional tersebut masih belum dibebaskan pemerintah. Kini, developer mulai berencana membangun perumahan di kawasan tersebut. Padahal, ada potensi wisata dan bukti peradaban masa silam di lokasi itu.Arkeolog dan sejarawan di Medan, maupun dari lembaga Ecole FranΓ§aise d'ExtrΓͺme-Orient (EFEO/Pusat Penelitian Perancis untuk Timur Jauh), berharap pemerintah setempat segera melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menyelamatkan situs sejarah itu. Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan, membebaskan lahan yang merupakan bagian dari situs Kota China."Sejak awal Februari hingga 23 Februari mendatang, Arkeologi Nasional bersama lembaga-lembaga lain termasuk Universitas Negeri Medan melakukan eskavasi atau penggalian arkeologis di situs Kota China dan masih menemukan ribuan temuan penting yang diperkirakan berasal dari abad ke-13," kata sejarawan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari kepada wartawan di Medan, Selasa (21/2/2012) kemarin.Β Disebutkan Ichwan Azhari, temuan yang berhasil diangkat tersebut antara lain, berupa pecahan keramik dan tembikar dari China dan negara-negara lain,Β manik-manik asal India selatan, uang kuno China abad 13, tulang belulang, kaca kuno, kerang-kerangan dan benda-benda budaya lainnya.Β Eksavasi yang dilakukan saat ini, ujar Azhari, merupakan eksavasi tahun kedua yang didanai EFEO.Hasil eskavasi ini menguatkan bukti, wilayah utara Kota Medan menyimpan jejak kota abad ke-12 hingga ke-16! Hal ini menjadi perhatian dunia internasional."Riset internasional untuk situs ini rencananya masih terus dilakukan pada tahun depan. Sebelumnya arkeolog Inggris Edward McKinnon telah menulis disertasi tentang situs ini di Yale University, Amerika, juga peneliti dari Singapura dan tamu dari berbagai negara lain kerap berkunjung ke situs ini," sambung Ichwan.Berbeda dengan perhatian ilmuwan atas warisan sejarah Kota Medan ini, ujar Ichwan, Pemkot Medan nampaknya belum juga berhasil membebaskan situs ini untuk diteliti. Buktinya lahan itu tak kunjung dibebaskan untuk kepentingan penelitian, dan dikhawatirkan situs ini akan musnah sebelum sempat dipelajari secara tuntas.Kini lokasi situs dekat kotak gali temuan-temuan, dan dekat struktur bangunan candi sudah jatuh ke tangan developer, dan sudah di kavling-kavling untuk dijual. Pengembang juga sedang membangun perumahan di kawasan itu. Memprihatinkan!"Kemungkinan ada sekitar tiga hektar areal situs bersejarah itu yang sudah beralih kepemilikan dari penduduk ke pengembang dari luar," tukas Ichwan.Menurut Ichwan, sebelumnya Kota Medan sudah menganggarkan pada tahun 2010 untuk membebaskan lahan penduduk, tapi pembebasan itu gagal karena harga yang diminta penduduk tidak sesuai dengan yang ditetapkan Pemkot. Sayangnya sejak tahun 2011 tidak dianggarkan lagi oleh Pemkot Medan.Khairul Ikhwan - detikNewsΒ 
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads