Sensasi Bamboo Rafting di Loksado
Dann Oinc - detikTravel
Senin, 02 Jan 2012 14:19 WIB
Jakarta - Jika berkunjung ke Kalimantan Selatan, jangan lewatkan untuk berkunjung ke Loksado. Di sini, ada wisata air yang menarik, yaitu balanting paring atau bamboo rafting. Jika menaikinya, Anda bisa merasakan sensasi mengarungi sungai menggunakan rangkaian bambu. Benar-benar menantang!Aktivitas wisata balanting paring atau bamboo rafting, bermula dari tradisi petani bambu di Loksado. Mereka biasa menjual bambu ke Kota Kandangan dengan cara mengikatnya dalam bentuk rakit, lalu dihanyutkan di Sungai Amandit. Satu rakit biasanya terdiri atas 50-70 batang bambu yang disusun bertumpuk. Tak jarang mereka membawa hasil bumi lainnya, seperti kulit kayu manis, karet, atau durian. Para petani bambu berangkat berkelompok dan memilih saat air tidak surut.Waktu tempuh Loksado-Kandangan lumayan lama. Jika lewat darat, perjalanan hanya memakan waktu sekitar dua jam, sedangkan jika perjalanan melalui sungai membutuhkan waktu dua hari dua malam. Tak heran mereka pun menginap di jalan, di kampung-kampung terdekat di tepi sungai.Dulu, Loksado jarang dikunjungi wisatawan karena kurangnya fasilitas yang ada. Sekarang, pertumbuhan fasilitas wisata seperti hotel, cottage, restoran, dan lapangan tenis di Loksado mulai meningkat, wisatawan pun mulai berdatangan. Wisata yang paling diminati pengunjung adalah atraksi balanting paring. Balanting paring adalah bamboo rafting yang dilakukan para pedagang bambu. Mereka ramai-ramai menjadi joki, dan menghimpun diri dalam sebuah organisasi resmi, yairu Persatuan Joki Lanting.Ada beberapa rute yang bisa Anda pilih jika menaiki bambu ini, yaitu rute pendek, sedang, dan sistem borongan. Untuk rute pendek (Loksado-Tanuhi), waktu tempuh yang dihabiskan sekitar 2,5 jam, rute sedang (Loksado-Muara Hatip) sekitar 3 jam. Rute terpanjang biasa disebut dengan sistem borongan, yaitu dari Loksado hingga Kandangan, waktu tempuhnya sekitar dua hari dua malam. Namun, rute panjang secara resmi hanya ada sekali setahun, yakni bulan Desember saat debit Sungai Amandit meningkat drastis. Kebetulan, di bulan Desember juga diperingati hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Maka, jadilah Dinas Pariwisata dan Budaya daerah ini menyelenggarakan event Festival Lanting. Lebih 50 lanting hias akan bertolak dari Loksado ke Kandangan, sambil mengarak pengantin balanting yang diiringi musik tradisional sepanjang sungai.Acara utama festival tersebut adalah lomba balanting paring. Biasanya, ada tiga hal yang menjadi penilaian dalam lomba yang sangat menantang naluri petualangan seseorang. Pertama, bagaimana kemampuan peserta dalam menaklukkan derasnya jeram dari Loksado sampai ke Kota Kandangan. Kedua, bagaimana kekompakan peserta dalam mengarungi jeram, dan terakhir bagaimana cara peserta menjaga lanting alias rakit mereka yang dihias hingga sampai garis finish yang ditentukan. Seru banget!Selain itu, mungkin karena kekhasannya, masyarakat Dayak di Loksado memiliki sebuah tarian bernama Balanting Paring yang terinspirasi dari aktivitas menghela bambu di sungai. Tarian itu biasanya dibawakan pada perayaan-perayaan masyarakat setempat. Tak keliru jika keelokan Loksado masuk daftar kunjungan Anda.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru