Jakarta - Menjelang pergantian tahun 2011 kemarin, saya cukup speecless menyaksikan dan merasakan langsung tradisi menjelang tutup tahun yang dilakukan oleh warga Tondano (Sulawesi Utara). Meskipun, ada beberapa tradisi yang hampir sama di daerah-daerah lainnya beberapa di antaranya banyak yang menarik lho.Pagi harinya, kaum ibu sudah sibuk belanja ke pasar untuk membeli bahan makanan yang akan dimasak dan akan dihidangkan menjelang pergantian tahun.Β Masakan yang tidak pernah absen saat malam pergantian tahun adalah Nasi Jaha (mirip Lemang) atau ketan yang dimasak dalam bambu. Selain itu, juga ada nasi yang dibungkus daun (mirip lontong) kemudian disajikan bersama rendang, gulai, dan daging dengan aneka rasa.Selama ibu sibuk memasak, anak-anak dan remaja juga orang dewasa sibuk memadati penjual kembang api, petasan, dan lilin. Mereka berbondong-bondong membeli kembang api dengan aneka ukuran untuk dinyalakan saat pergantian tahun.Β Malam harinya, banyak warga setempat yang pergi ke makam leluhur mereka (makam orang tua, sanak saudara) kemudian di makam tersebut mereka menyalakan lilin dan bermain petasan di kuburan. Jangan aneh ya, karena ini sudah menjadi tradisi turun temurun!Sebagian umat Kristiani di Tondano pada malam hari pergi ke gereja untuk beribadah akhir tahun.Β Saat menunggu detik-detik pergantian tahun sambil BBQ-an, anak-anak mempersiapkan kembang api yang sudah mereka persiapkan, meniup terompet, dan beramai-ramai menanti pergantian tahun.Tepat pukul 00:00 kembang api pun dinyalakan, "kembang-kembang" tersebut memantul dengan cantik ke atas dan memercikkan berbagai warna. Suasana yang sangat meriah dan sangat gegap gempita karena hampir semua warga merayakan pergantian tahun dengan menyakan petasan, main kembang api, dan menyalakan lilin.Β Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan salam-salaman bersama keluarga, kerabat, dan juga tetangga. Hal ini dilakukan guna pertanda telah memasuki tahun baru.Makan bersama saat tengah malam bersama tetangga dan kerabat merupakan acara penutup serta penanda mengikat kekerabatan di tahun yang baru. Benar-benar tradisi yang seru dan unik. Tua, muda, dewasa, anak-anak, pria, wanita, Islam, dan Kristen melebur menjadi satu dalam satu keceriaan bersama.Β












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru