Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 05 Jan 2012 09:16 WIB
loading...
Afif Farhan
Perahu Pinisi dalam proses pembuatan (Al Az/detiktravel)
Menjemur kayu (Kak Nunuk/ACI)
Menyusun tulang kapal (Kak Nunuk/ACI)
Membangun kabin dan kamar (Kak Nunuk/ACI)
kayu yang disiapkan (Kak Nunuk/ACI)
Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru
Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru
Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru
Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru
Perahu Pinisi, Kehebatan Indonesia di Tanah Beru
Jakarta - Perahu Pinisi telah menjadi kebanggan suku Bugis dari masa lalu hingga sekarang. Pembuatan perahu pinisi terletak di Desa Tanah Beru, Bulukumba, 150 kilometer dari Kota Makassar. Perahu pinisi memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang. Perahu pinisi biasanya digunakan untuk mengangkut barang banyak dalam perjalanan jauh.Proses pembuatan perahu pinisi dibutuhkan ketelitian, keahlian dan juga ritual yang wajib dilakukan. Pembuatan perahu pinisi pun bisa memakan waktu berbulan-bulan lamanya, tergantung ukuran yang dibuat. Kayu untuk membuat perahu pinisi diambil dari pohon welengreng atau disebut pohon dewata yang terkenal sangat kuat dan tidak mudah rapuh. Para pembuat perahu tidak menggunakan rancangan tulisan atau gambar dalam membuat perahu pinisi. Mereka hanya menggunakan pengetahuan dan pelajaran yang telah diajarkan oleh leluhur dan nenek moyang mereka. Teknik pembuatan perahu pinisi pun berbeda dengan pembuatan perahu pada umumnya. Pada teknik pembuatan perahu pada umumnya, rangka kapal dibuat terlebih dahulu lalu kemudian dibuat dinding. Namun, suku Bugis membuat dinding perahu terlebih dulu, baru membuat rangkanya. Ternyata, perahu yang dibuat oleh suku Bugis lebih kuat dan tahan ombak.Setiap tahap-tahap pembuatan perahu pinisi selalu dilakukan ritual. Ritual yang dilakukan adalah penentuan hari baik untuk mencari kayu untuk perahu, hari baik untuk mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke-5 dan ke-7 pada bulan tersebut, lalu saat menebang pohon welengreng, mereka melakukan upacara khusus untuk mendapat restu dari 'sang penunggu' pohon tersebut, kemudian beberapa upacara ritual pada saat memasang lunas, papan, mendempulnya, dan tiang layar. Tahap terakhir adalah saat peluncuran perahu ke laut, yaitu mengadakan upacara maccera lopi, mensucikan perahu, yang ditandai dengan penyembelihan binatang.Menurut cerita di dalam naskah Lontarak I Babad La Lagaligo, Perahu Pinisi sudah ada saat abad ke-14 M. Naskah tersebut pun menjelaskan, Perahu Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu. Dalam sejarahnya, perahu pinisi sudah mengelilingi dunia, mulai dari Somalia hingga ke Kanada. Oleh karena itu, suku Bugis dianggap sebagai salah satu suku terbaik di dunia dalam pembuatan perahu layar.Melihat pembuatan perahu pinisi dari dekat seolah membuat Anda melihat langsung kejayaan suku Bugis pada zaman dulu dalam berlayar mengelilingi dunia.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads