Berakhir Pekan Seni di Jakarta Biennale #14
Faela Shafa - detikTravel
Jumat, 13 Jan 2012 16:07 WIB
Jakarta - Rasakan seni menyentuh Kota Jakarta. Kira-kira begitulah tema besar dari Jakarta Biennale ke 14. Kunjungi acara seni internasional ini sebelum penutupan pada tanggal 15 januari 2012 nanti.Dilansir dari jakartabiennale.org, Jumat (13/1/2012), Maximum city menjadi tema Jakarta Biennale kali ini. Tema ini mengajak Anda menikmati seni dimana-mana, tidak hanya di ruangan eksklusif yang khusus bagi orang-orang tertentu saja. Di acara ini, ruang pameran tidak hanya bangunan gedung khusus pameran, tapi juga taman kota, museum, mal sampai jalan-jalan raya. Ada banyak titik pameran di area luar ruangan yang bisa Anda nikmati. Di Taman Ayodya, Blok M, Anda bisa melihat pameran lukisan potret tokoh under-ground seperti Anto Baret, para tukang parkir dan preman. Nantinya, ada juga penampilan arak-arakan instalasi besar dan teaterikal dari kelompok seni Belanda, Close Act Theatre.Area lainnya adalah Taman Menteng, di sini anda bisa melihat karya instalasi besar dengan tema "Fly Me To The Past". Di Kampung Rambutan, komunitas perupa bernama Atap Alis akan mengajarkan anak-anak kampung setempat membuat rupa patung. Mainan senjata dan perang-perangan menjadi temanya. Setelahnya, para perupa akan membuat karya besar dari patung yang dibuat anak-anak. Di Senayan, kelompok seni Quint, Propagraphic, Begoendal, Reflex Art, dan Egauseless menyulap tiang-tiang monorel di Senayan dengan gambar grafitti atau mural jalanan. Bundaran HI tentu tak luput menjadi tempat pameran. Di sana, ada punch line raksasa yang berisi kalimat dan tipografi lucu. Karya yang dibuat oleh kelompok desain grafis Tigadestudio mengangkat kondisi sosial masyarakat Indonesia. Jembatan Sungai Manggarai, pos polisi di Sarinah, underpass dan flyover juga menjadi area pameran yang dipenuhi dengan karya seni. Jakarta Biennale juga memiliki area pameran di dalam ruangan. Taman Ismail Marzuki, Erasmus huis, Bentara Budaya dan Galeri Nasional menjadi gedung-gedung yang terpilih. Di Bentara Budaya, "Dunia Dalam Tubuh" menjadi tema pameran seni. Sedang di Galeri Nasional, ada berbagai karya perupa Indonesia dan luar negeri yang dipamerkan.Tema-tema yang ada di Galeri Nasional antara lain sarkasme, narsisisme dan resistensi. Ada pameran instalasi, patung, video hologram dan banyak lainnya. Sebuah karya yang cukup menarik adalah "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". Sebuah meriam dengan detil sempurna, terlihat seperti aslinya. Padahal karya ini hanya dibuat dari kertas, kayu dan busa. Acara yang sudah dimulai dari bulan Desember tahun 2011 ini akan segera mencapai akhirnya. Segera kunjungi area pameran sebelum acara ini berakhir pada tanggal 15 Januari 2012. Jangan khawatir, acara ini sepenuhnya gratis.
(travel/travel)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa