Karimun Jawa Bagian Satu: Dibuai Senja
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Karimun Jawa Bagian Satu: Dibuai Senja

Rainer Oktovianus - detikTravel
Rabu, 30 Nov 2011 16:18 WIB
Jakarta - Bulan Juni adalah saat yang tepat untuk berlibur. Panas menyengat, musim libur baru tiba dan sang hujan pun masih malu. Kemana yah enaknya? Tempat yang tidak terlalu jauh dan kebetulan kocek pun sedang tidak bersahabat. Kepulauan Karimun Jawa tiba-tiba saja terbesit dalam benak. Tanpa ragu saya mengajak tiga teman saya lainnya untuk ikut, Hally, Lisa dan Roby. "Mantai" demikian kami menyebutnya. Karena yang ada hanyalah pantai bersih, laut biru dan langit cerah.Hanya ada dua transportasi laut yang umumnya membawa orang-orang ke Karimun Jawa: KM Kartini dan KM Muria. Kami pun segera berangkat dari Jakarta menuju pelabuhan JeparaΒ  dilanjutkan dengan KM Muria menuju Karimun Jawa. Cukup murah mengingat ruangan ber-AC hanya berkisar Rp75.000,00 untuk perjalanan 6 jam. Kami bermain di atas geladak kapal dan seizin kru kapal kami diperbolehkan melihat-lihat isi ruangan nahkoda!Daratan pun terlihat dari kejauhan. Samar-samar, persis dari arti kata Karimun Jawa yang diambil dari kata "kremun-kremun" yang berarti samar menurut legenda Sunan Muria. Matahari terus bersinar mengiringi liburan ini dan rasa ingin melompat segera menikmati barisan putihnya pantai Karimun. Kepulauan Karimun Jawa terdiri dari 27 pulau dan salah satu rumah bagi keragaman fauna laut terbaik di Indonesia. Maka itu, pemerintah RI menetapkan Karimun Jawa sebagai Taman Nasional dan patut dilestarikan.Bunyi peluit kapal semakin menjauh ketika kami naik angkot menuju penginapan kami disini. Rumah yang sederhana namun nyaman yang bernama Omah Alchy. Begitu mata menyapa, terlihat dua buah bangunan unik seperti rumah Joglo di pinggir laut. Kami berempat saling berlari menuju rumah yang kedua yang lebih mungil namun sangat "homey" sekali. Setelah melempar tas ke dalam kamar, kami segera pergi menjelajah pulau ini.Mentari semakin lembut memeluk kulit menemani tujuan kami ke Bukit Batu Tiga. Lumayan capek bagi anak-anak kota untuk sekedar mendaki bukit sih..hahaha. Tapi demi melihat senja dan keseluruhan pulau Karimun ini kami rela berpeluh sedikit. Ketika mendaki saya menemukan buah berwarna kuning dan merah yang mirip buah jambu monyet, tapi disini disebutnya kedondong. Rasanya manis! Akhirnya sampai juga diatas Bukit Batu Tiga dengan hamparan laut dan senja yang membuai seperti berkata, "Ini baru awal liburan indah kalian." (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads