Sensasi Beku di Puncak Eropa
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sensasi Beku di Puncak Eropa

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Jumat, 16 Des 2011 14:02 WIB
loading...
Fitraya Ramadhanny
Puncak Jungfraujoch (Foto: Ardhi)
Penulis menikmati Alpen (Foto: Ardhi)
Pemandangan ala wallpaper (Foto: Ardhi)
Terowongan es, keren! (Foto: Ardhi)
Kereta jadul menuju Alpen (Foto: Ardhi)
Sensasi Beku di Puncak Eropa
Sensasi Beku di Puncak Eropa
Sensasi Beku di Puncak Eropa
Sensasi Beku di Puncak Eropa
Sensasi Beku di Puncak Eropa
Jakarta - Keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Itulah kesan pertama saat naik ke Jungfraujoch, salah satu tempat di pegunungan Alpen, Swiss, yang juga menjadi puncak Eropa.Sensasi beku dari salju abadi, belum lagi dengan suguhan pemandangan yang seakan terus memanjakan mata sepanjang perjalanan. Sungguh fantastis!Penulis pergi ke Jungfraujoch dengan kereta dari wilayah Interlaken, daerah di Swiss yang berbahasa Jerman. Namun ingat, jangan cuma menyiapkan pakaian tebal yang menutupi seluruh tubuh untuk menyambangi tempat ini. Siapkan pula dana tebal!Kereta dari Interlaken ini akan berujung di puncak gunung. Ongkosnya 100 Swiss Franc atau lebih dari Rp 1 juta pergi-pulang. Namun jangan khawatir, duit sebesar itu akan dibayar lunas dengan pengalaman dan sensasi yang didapatkan nantinya.Stasiun pemberangkatkan di Interlaken tak terlalu ramai kala penulis dan rombongan sampai. Kereta yang bergerbong kuning sudah ada beberapa yang parkir di peron. Lima belas menit kemudian, masinis mempersilakan kami masuk dan petualangan pun dimulai.Kereta pun melaju dengan mantap. Padahal tampilan chasing kereta ini sejatinya tidak meyakinkan, begitu tradisional. Namun meski bertampang jadul, sepertinya mesin kereta ini tak termakan zaman sehingga mampu melahap jalur tanjakan pegunungan.Untuk sampai di puncak Jungfraujoch, perjalanan ini harus tiga kali berganti kereta. Dimana pada perjalanan awal atau di kereta pertama, perjalanan dimulai dengan rentetan pohon mapple, pinus, dan pohon lainnya yang pastinya menyegarkan.Sekitar 20 menit selanjutnya, sampailah di stasiun persinggahan untuk berganti kereta. Dari sini sepanjang mata memandang sudah terpapar spot-spot untuk berfoto. Bak sebuah lukisan yang tergantung, pemandangan rangkaian pegunungan dan rumah pedesaan khas Eropa begitu enak dipandang.Berlanjut di kereta kedua, perjalanan sudah memasuki wilayah bersalju tebal. Meski cuaca cerah, salju dari Alpen sudah menyapa pengunjung dari dalam gerbong. Ingin rasanya langsung bersentuhan dengan cairan yang membeku tersebut. Namun apa daya, kami masih harus menahan rasa penasaran memegang langsung sang salju abadi.Di stasiun transit terakhir, salju sudah terhampar bebas di jalanan. Suhu sudah semakin menusuk, dan langkah untuk cepat-cepat menambah baju hangat adalah pilihan yang tepat.Semakin tinggi, kereta kini melaju dengan melalui perut gunung. Ya, jalur yang dibuat memang tidak melalui pinggiran perbukitan, melainkan langsung menembus perut bumi. Hal itu dapat dirasakan ketika kereta yang melaju melalui terowongan gelap. Tak ada yang bisa dilihat dari kanan-kiri jendela, hanya setelah keluar terowongan langsung terhampar pemandangan putih bersih.Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari titik awal, penulis akhirnya berhasil sampai di puncak Jungfraujoch. Tercatat suhu udara menunjukkan di angka minus 10 derajat Celcius. Jangan ditanya seperti apa dinginnya. Freezer di kulkas rumah sepertinya juga kalah.Hal ini belum termasuk rasa pusing yang menggelantung. Maklum, Jungraujoch berada pada 3.471 meter di atas permukaan laut. Artinya, peredaran udara semakin tipis, sehingga jika terlalu bersemangat bergerak akan kian cepat menguras energi. Kepala pun bisa jadi pusing dibuatnya.Keluar dari tempat berteduh, 'taman bermain' salju di atas pegunungan pun terhampar di hadapan. Di spot inilah yang membuat penulis sulit mengungkapkan kata-katanya dalam merefleksikan keindahan yang dilihat.Salju putih nan tebal menutupi hampir seluruh arah pandang. Ditambah dengan lekukan rangkaian pegunungan membuatnya seakan telah menyihir mata yang memandang. Tak lupa, tiang berbendera Swiss pun turut dipancangkan.Untuk menjaga keamanan, pengelola membatasi area puncak Jungfraujoch ini dengan tali. Sebab dikhawatirkan ada wilayah longsor yang dilalui. Pun demikian, tak kenapa. Wilayah puncak yang dibatasi sudah lebih dari cukup untuk memuaskan hasrat bernarsis ria dengan berfoto.Maklum, bagi kita yang tinggal di negara tropis, salju adalah benda yang sangat sulit ditemui. Apalagi jika bisa merasakannya langsung di sumbernya, pegunungan Alpen yang mempesona.Ingin lebih lama rasanya hati ini menghabiskan waktu bermain salju. Namun apa daya, suhu tubuh sudah membeku, sehingga terpaksa harus masuk ke dalam shelter. Nah, di dalam shelter juga banyak tempat menarik yang bisa ditemui.Mulai dari restoran, penjual souvenir, museum mini, hingga kerajaan es. Ya, Anda tak salah baca. Ada Ice Palace di tempat ini, bentuknya seperti sebuah ruangan yang seluruh isinya diisi oleh es. Ada beragam ukiran es di dalamnya, dan untuk mencapainya juga harus melalui terowongan dari es. Mulai dari dinding, langit-langit, hingga lantainya terbuat dari es yang licin.Hampir dua jam berlalu, petualangan penulis di Jungfraujoch pun harus diakhiri. Kami sudah ditunggu kereta untuk kembali menuruni pegunungan. Tentu saja ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Berkunjung ke puncak eropa, salju abadinya seakan telah membekukan ingatan di kepala sehingga sulit dilupakan.Ardhi Suryadi - Detikinet
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads