Liburan ke Negeri Kim Jong-Il, Kenapa Tidak?
Senin, 19 Des 2011 14:21 WIB
Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Wafatnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, mengingatkan orang betapa negara itu sangat menutup diri. Padahal, Korut beberapa bulan lalu sudah membuka diri terhadap kedatangan para turis. Namun memang, traveling ke Korut, berbeda aturannya.Sejak November 2011 kemarin, rupanya pemerintahan Kim Jong-Il mencoba membuka diri terhadap kunjungan orang asing. Ini lantaran negara itu butuh pemasukan akibat dihajar berbagai sanksi dan embargo ekonomi. Namun memang ada berbagai aturan tegas dan larangan terhadap para turis."Jangan bawa ponsel atau BlackBerry, jangan kirim email, jangan keluyuran sendiri di jalan, jangan bicara dan memfoto warga," demikian antara lain larangan yang pernah diulas washingtonpost.com edisi 16 November 2011.Aturan visa pun ketat. Warga AS atau mereka yang berprofesi wartawan, biasanya ditolak visanya. Jika berhasil berlibur ke Pyongyang, para turis menginap pun selalu di Hotel Yanggakdo. Alasannya gampang, pemerintah Korut gampang memantau tamu hotel karena letaknya terisolasi di tengah delta sungai.Sejumlah aturan ketat ini sangat disayangkan. Padahal, Korut punya potensi wisata yang tidak kalah dengan negara Asia Timur lain. Ibukota Korut, Pyongyang, punya 70 taman kota, air kerannya bisa diminum langsung. Pyongyang banyak memiliki monumen bersejarah dan lukisan dinding atau mural bertema Kim Jong Il. Nah kalau yang ini, para turis dianjurkan mengambil fotonya.Bangunan paling keren di Pyongyang adalah Hotel Ryugyong. Ini adalah bangunan tertinggi di Pyongyang dengan 105 lantai dan berbentuk piramid. Proyek yang dikerjakan sejak 1987 ini belum juga selesai karena Korut kehabisan uang. Rencananya Hotel Ryugyong selesai dibangun pada 2012 untuk merayakan 100 tahun kelahiran Kim Il Sung.Kawasan wisata top lainnya adalah Gunung Kumgang yang indah. Di sini terdapat kuil Budha, sungai yang jernih, hutan pinus merah dan air terjun. Banyak turis Korea Selatan pernah berkunjung ke sini secara terbatas, sampai akhirnya dihentikan pada 2008 karena ada turis yang ditembak tentara. Alasannya, "Pergi ke daerah terlarang." Ya ampun!Lantas apakah oleh-oleh khas Korut? Selain kerajinan tangan, oleh-oleh unik adalah aneka buku propaganda karangan Kim Jong-Il atau mendiang ayahnya Kim Il-Sung. Banyak toko buku di Korut menjual hasil karya mereka.Nah, kebanyakan turis masuk ke Korut lewat Cina. Mereka pun masuk dalam satu syarat: Kunjungan turis hanya boleh dengan pemandu wisata dari biro perjalanan yang sudah terdaftar dan mereka hanya pergi ke tempat-tempat yang sudah ditentukan resmi oleh pemerintah! Tempatnya yang tadi itu, antara lain Pyongyang dan Kumgang.Koreakonsult.com misalnya, mengklaim sebagai satu-satunya biro perjalanan di Eropa yang melayani tur ke Korut. Saat detiktravel melongok, Senin (19/12/2011), Koreakonsult menawarkan paket liburan dengan membawa turis masuk ke Korut dengan pesawat atau kereta dari Beijing.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun