Serunya Bersepeda ke Teluk Kiluan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serunya Bersepeda ke Teluk Kiluan

chaidir akbar - detikTravel
Jumat, 23 Des 2011 13:13 WIB
Jakarta - Sudah lama saya mendengar desas-desus tentang keberadaan sebuah teluk yang rutin disambangi ribuan lumba-lumba di mana informasi dan akses ke lokasi ini masih cukup sulit.Β Kesempatan datang pada 30 April 2011, ketika berkesempatan ke Bandar Lampung, bersama 6 orang goweser dari Mandiri Club Cycling (MCC) Metro, kamiΒ  berencana untuk bersepeda dari desa bawang menuju teluk kiluan.Sepanjang perjalanan dari Bandar Lampung menuju Kiluan pemandangan alamnya begitu memukau, pinggiran pantai, bukit dan lembah, tambak, kebun kelapa dan deretan rumah-rumah tradisional membuat perjalanan menuju desa bawang yang tidak dekat berlalu begitu cepat.Kami memarkir mobil di desa bawang di sebuah rumah kerabat kawan MCC Metro. Dari sana perjalanan bersepeda dimulai.Jalan dari desa bawang menuju teluk kiluan waktu itu sedang di lakukan perbaikan, jalan sedang diratakan dan dilapisi batu dan pasir untuk kemudian dilakukan pengaspalan.Awal perjalanan dimulai dengan jalur menanjak sejauh 5 km disertai kondisi jalan berbatu cukup merepotkan rombongan yang rata-rata baru mulai gemar bersepeda. Sampai di titik tertinggi terlihat hamparan teluk kiluan dan pulau di sebrangnya. Selanjutnya perjalanan menuruni bukit yang curam memaksa kami untuk menekan rem dalam-dalam.Tiba di pinggir teluk kami menyempatkan diri untuk mengeksplore seluruh wilayah teluk yang bisa di lewati oleh sepeda untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju pulau kecil di seberangnya untuk bersantai dan berenang di pasirnya yang putih bersih.Dari informasi penjaga pulau, untuk melihat lumba-lumba kami harus melakukan perjalanan selama kurang lebih 20 menit menggunakan perahu dan saat terbaik bertemu ribuan lumba-lumba adalah di pagi hari. Saat itu telah lewat tengah hari dan kami memutuskan untuk bemain dan menghabiskan waktu di sekitar teluk saja.Setelah 4 jam mengeksplorasi keindahan teluk terpencil ini kami melanjutkan perjalanan pulang dengan bersepeda menuju desa bawang. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads