Pulau Tidung 'Surganya' Jakarta
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Tidung 'Surganya' Jakarta

Tarry Haydaar S - detikTravel
Selasa, 27 Des 2011 16:28 WIB
Jakarta - "Pulau Tidung merupakan 'surganya' Jakarta" begitulah orang bilang. Keinginan untuk backpacker ke sana akhirnya terlakssana. Bermodal carrier dan uang pastinya juga dengan keberanian.Berawal dari Stasiun Bogor, tepat pukul 05.00 WIB kita naik kereta pertama yang mengarah ke Stasiun Kota. Dan, sepanjang jalan kita berharap nggak akan telat. Tapi, keajaiban datang, kita salah naik kereta, ini tujuan Tanah Abang! Akhirnya kita turun di Manggarai. Apa yang terjadi? Kita salah naik kereta lagi, yaitu Tanah Abang lagi, sungguh luar biasa.Lelah, akhirnya kita memutuskan untuk naik taksi ke Muara angke dengan biaya Rp75.000,00. Apa yang bakal kalian pikirkan? Bau dan Amis. Sialnya, kita ketinggalan kapal karena waktu itu sudah jam 9 pagi.Kita pun berharap ada kapal yang bisa dinaiki untuk sampai ke Pulau Tidung. Akhirnya setelah satu jam kita menunggu ada nelayan baik memberitahukan, tidak ada lagi kapal yang ke arah Tidung kecuali jam 1 siang nanti. Dan, satu-satunya bisa sampai ke sana dengan pergi ke Pelabuhan Marina, Ancol.Tanpa pikir panjang kita ke sana dengan menaiki bajaj. Nego dimulai dan akhirnya deal diangka Rp35.000,00 sampai Pelabuhan Marina. Setibanya di Pelabuhan Marina dan membayar tiket masuk Ancol Rp11.500,00 dan membayar tiket kerapu Rp32.000,00. Ditunggu hingga jam 1 akhirnya kami menaiki kapal kerapu speedboat yang hanya 1,5 jam sudah sampai ke Pulau Tidung. Dibanding kalian naik dari Muara Angke yang bisa memakan waktu 3-4 jam.sampailah kita di Pulau tidung! Dan, apa yang bakal kalian lakuin? bingung.Nggak punya channel penginapan dan bermodal kaki dan jalan-jalan. Karena kehausan kami berhenti di warung, numpang tanya-tanya masalah penginapan, akhirnya kami mendapatkan penginapan yang berkapasitas 6-8 orang dengan harga Rp450.000,00 selama 3 hari bonus sepeda sebagai transportasi mengelilingi Pulau Tidung.Sampai di homestay kami pun langsung istirahat dan bergegas ke pantai. Kami memang beruntung mendapatkan homestay yang dekat dengan pantai. Pas sunset dan sunrisenya, begitu indah di sana, tenang dan damai.Memutar sepeda kita akhirnya sampai di Jembatan Cinta! Tujuan utama para pengunjung pingin ke Tidung Kecil tapi waktu sudah terlalu sore. Akhirnya kami kembali ke homestay dan mencari makan. Untuk pecinta seafood kalian beruntung karena seafood di sini murah sekali Rp15.000,00 per porsi untuk jenis apa saja. Luar biasa dibanding kalian makan warteg lebih mahal dan kami mengelilingi indahnya malam di Tidung, cukup sehat karena tidak ada gemuruh mobil di sana.Keesokan harinya sunrise menyapa kami, luar biasa ini pulau. Kami mengayuh sepeda dan tiba kembali di Jembata Cinta. Kemudian kami berjalan ke tidung kecil yang jaraknya lumayan jauh sekitar 1-2 km. Namun, tak terasa dengan keindahan karang-karang yang berwarna warni akhirnya sampai di Tidung Kecil.Pulau tak berpenghuni ini ukurannya memang lebih kecil dari Pulau Tidung yang berpenduduk tapi ada hal yang unik, di sini ada penangkaran pohon bakau dan pasirnya sangah putih. Namun, kekecewaan datang, para pengunjung yang tidak bertanggung jawab sembarangan membuang sampah di sini.Kembali ke Pulau Tidung Besar dan kami ingin snorkeling tapi kembali ke dana yang kurang karena tidak ada atm center di sini teman-teman. Akhirnya rencana untuk snorkeling dikubur jauh-jauh dan kami kembali memanfaatkan waktu dengan berjalan-jalan di sini. Kembali ke homestay dan tidur sejenak selanjutnya kami kembali bersepeda mengelilingi indahnya dan tenangnya Pulau Tidung. Kami mengelilingi dan menunggu sunrise. Dan, berhenti di warung-warung yang banyak. Di sana pusatnya orang-orang ber-BBQ ria, sayangnya kami takbisa menikmatinya tapi kenikmatan seafood di sana selalu kami nikmati. Akhirnya tiba kembali di homestay pukul 00.00 dan kami istirahat untuk kembali ke dermaga esok harinya.Sampai di dermaga sebaiknya kalian datang lebih awal karena kapasitas speedboat ini hanya 15 orang per kapal. Kami beruntung mendapatkan tiket dan akhirnya kami tiba kembali di Pelabuhan Marina dan kembali ke Bogor Raya. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads