Menjadi Patung di Beijing 798 Art Zone
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menjadi Patung di Beijing 798 Art Zone

Ratna Dewi - detikTravel
Selasa, 13 Sep 2011 15:35 WIB
Jakarta - Untuk menuju lokasi 798 yang terletak di sebelah timur laut Kota Beijing ini, kita dapat langsung naik taksi atau lebih ekonomis lagi bila naik metro line 10 sampai ke stasiun Sanyuanqiao dan dilanjutkan dengan bus no 401. Lokasi ini termasuk dalam kawasan Dasanzhi di distrik Chaoyang.Sore itu setelah keluar melalui exit C stasiun Metro Sanyianqiao dan berjalan kira-kira 50 meter barulah kami menemukan halte bus yang menuju ke 798. Bus di Beijing memiliki petunjuk elektronik halte yang dilewati dalam bahasa Inggris dan Mandarin. Jadi, asalkan kita tetap terus memperhatikan jalan dan nama-nama halte, pasti tidak akan tersesat.Alamat dengan Angka 798 Berwarna MerahTidak jauh dari halte bus, sebuah nomor besar berwarna merah dengan angka 798 seakan-akan mengucapkan selamat datang sambil berkata "Anda tidak salah alamat". Angka ini ditempelkan pada sebuah pagar yang memang mirip pagar sebuah kompleks parbrik yang luas.Saat memasuki area, kita akan mewati jalan yang di kiri dan kanannya terletak bangunan-bangunan berbentuk pabrik . Namun, sebagian besarnya tertutup rapat. "Mana nih seni dan budayanya?", pikir saya dalam hati.Setelah berjalan sekitar 200 meter, barulah mulai sedikit terasa nuansa seninya. Keadaan ini terasa dengan beberapa patung dipinggir jalan. Patung pertama yang saya lihat adalah patung dada seorang lelaki bersorban. Tidak jelas mewakili apa dan sama sekali tidak ada keterangannya, tetapi ukuran patungnya cukup besar.Tidak jauh dari situ, ada tiga buah patung lelaki seukuran manusia sedang berdiri. Uniknya tiga patung lelaki berbusana model Cina dalam zaman komunis ini mewakili manusia yang sama hanya dalam posisi tangan dan mimik yang berbeda.Sekilas Sejarah 798 Art ZoneBeijing 798 ini dulunya merupakan kompleks pabrik yang dibangun dengan gaya sosialis oleh seorang arsitek dari Jerman Timur pada awal tahun 1950-an. Kemudian daerah ini dikembangkan menjadi daerah seni dan budaya kontemporer yang memamerkan patung-patung di tepi jalan. Pernak-pernik seni tradisional dan modern, bahkan kadang-kadang sedikit "nakal". Boleh disimpulkan bahwa 798 Art Zone ini mewakili seni masa lampau, kini, dan juga masa depan.Pada awalnya daerah ini dinamakan 718 Joint Factory yang merupakan kumpulan pabrik era komunis yang dibangun dengan nama proyek 157. Atas nama persaudaraan di antara negara-negara komunis, pemerintah Cina, bekerjasama dengan Uni Soviet dan dilaksanakan pembangunannya oleh arsitek dan pekerja Jerman Timur menyelesaikan proyek ini di pertengahan tahun 1950-an. Pada waktu itu di dalam kompleks juga terdapat tempat tinggal untuk perkerja termasuk fasilitas olahraga, musik, dan rumah sakit.Namun, dengan berubahnya sistem ekonomi Cina di tahun 1980-an. Pabrik-pabrik di sini mulai kehilangan zaman keemasannya dan kemudian lebih dari setengahnya pun tutup di awal 1990-an.Akhirnya, pada awal tahun 2000-an daerah ini kemudian disulap menjadi daerah seni dan menjadi salah satu ikon wisata Beijing yang sedikit unik.Patung dalam Sangkar dan Mobil Flint-StoneKami terus berjalan melewati toko-toko yang menjual barang-barang seni kontemporer. T-shirt unik, pajangan, dan juga pernak-pernik lainnya. Di suatu lorong yang agak sepi, ada beberapa patung yang cukup unik, berupa gorilla yang terkurung dalam sangkar. Selain itu, juga ada patung manusia raksasa dan jin atau mailaikat bersayap yang semuanya diposisikan sedang terkurung dalam kerangkeng besi.Di tempat yang lain lagi juga dipamerkan hasil seni unik berupa sebuah mobil sedan yang kelihatan asli. Karena interiornya memang sebuah mobil asli. Namun, mobil ini seakan-akan terbuat dari batu karena seluruh eketeriornya ditutupi batu membentuk pola susunan bangunan dari bata. Kecuali kaca depan mobil dan spion yang memang terbuat dari kaca asli, pola batu bata kehitaman menutupi mobil termasuk keemapat rodanya. Sebuah karya seni kontemporer yang cerdas, nakal, dan juga menggelitik imajinasi yang melihatnya.Pelukis Kaki Lima, Restoran, dan KafeSelain itu, Beijing 798 memang menjadi semacam markas seniman di ibu kota Cina. Tidak saja mereka yang sudah memiliki nama besar, seniman kelas jalanan pun banyak mencoba mengadu nasib di sini. Ada yang mencoba menarik perhatian dengan melukis cepat dalam waktu 10 menit dengan imbalan hanya 25 Yuan. Kita dapat menjadi model dan duduk manis selama 10 menit. Setelah itu potret dari dalam bentuk karikatural pun siap dimiliki.Selain itu, banyak juga cafe dan restoran di alam terbuka dengan berbagai macam menu, baik makanan cina, maupun internasional dapat dinikmati sambil melepas lelah. Semuanya dihiasi dengan dekor pameran seni bak museum di alam terbuka.Berpose Menjadi PatungSetelah satu setengah jam melihat-lihat museum seni rupa terbuka ini, akhirnya kami pun memutuskan untuk meninggalkan tempat ini melalui jalan lain. Ternyata masih ada sebuah "pameran" di tepi jalan yang menarik, yaitu sebuah patung yang memiliki beberapa suasana hati. Ada yang sedang merunduk sedih, serius, dan juga gembira sambil menengadahkan kepala ke langit. Yang menariknya banyak pengunjung yang juga berpose di samping patung sambil menirukan posisi patung tersebut. Kalau Anda mau ikut jadi patung, jangan ragu datang ke 798 Art Zone. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads