Hangat dan Nikmatnya Wedang Uwuh, Imogiri

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hangat dan Nikmatnya Wedang Uwuh, Imogiri

Eko Nurhuda - detikTravel
Jumat, 16 Sep 2011 09:36 WIB
Jakarta - RASA nikmat dan segar langsung terasa setelah merasakan minuman wedang uwuh yang berada di tempat parkir makam para Raja Mataram di Imogiri.Tak hanya nikmat, minuman ini juga memiliki khasiat yang tinggi. Di antaranya dapat membuat tubuh kembali segar dan meningkatkan ketahanan tubuh saat beraktivitas.Wedang uwuh bukanlah minuman yang mengandung zat kimia, melainkan hidangan yang bahan-bahannya diambil dari daun-daun kering di sekitar makam Kanjeng Prabu Sultan Agung Hanyokrokusumo dan makam-makam lainnya di kompleks Imogiri. Campuran untuk membuat wedang uwuh adalah kayu secang, daun pala, daun kayu manis, daun cengkeh, jahe, dan ditambah gula."Ramuan aslinya hanya jahe, daun pala, daun kayu manis, dan daun cengkeh plus gula. Tapi, kami berkreasi sendiri dengan menambah kayu secang," demikian jelas Windarno, penjual wedang uwuh di tempat parkir makam Imogiri, saat saya temui di kios tempatnya berjualan."Kayu secang inilah yang membuat warna wedang uwuh menjadi merah," kata Windarno, "Kalau tidak pakai secang, gula yang dipakai gula jawa. Tapi, kalau memakai secang, maka gulanya gula batu," tambahnya.Menurut cerita Windarno, wedang uwuh saat ini bisa dibedakan menjadi dua macam, yakni wedang uwuh yang bahan-bahannya diambil langsung dari lokasi makam Imogiri seperti yang ia jual di kiosnya dan yang satu lagi bahan-bahannya dari luar makam Imogiri. Komposisi bahannya sama persis tapi yang membedakan adalah dari mana daun-daunnya diambil.Ramuan wedang uwuh yang banyak dijual di pasar-pasar, biasanya berbahan baku daun-daun dari luar lokasi makam. Karena itu lah harganya pun jauh lebih murah dibanding wedang uwuh yang berbahan baku daun-daun dari makam."Rasanya juga beda kok, Mas. Wedang yang bahannya dari lokasi makam rasanya lebih segar," ungkapnya. Menurutnya kalau di kawasan Imogiri hanya dia saja yang menjual wedang uwuh berbahan dedaunan asli dari makam."Almarhum ayah saya dulu abdi dalem yang bertugas di makam. Jadi, untuk memeroleh daun-daun dari makam lebih mudah," cerita Windarno yang kini menjadi pionir berjualan wedang uwuh secara masal. Windarno juga yang pertama kali mempunyai ide membungkusi ramuan wedang uwuh dalam kemasan plastik.Sejak Jaman Sultan AgungWedang uwuh adalah minuman rakyat yang dikenal sejak masa Sultan Agung. Windarno menceritakan, setelah berhasil menyerang VOC di Batavia pada tahun 1628, Sultan Agung mulai membangun kompleks makam Imogiri setahun kemudian. Sultan Agung lantas menanam sebatang pohon cengkeh yang diberi nama Kyai Dudo. Dari pohon inilah daun cengkeh yang menjadi bahan wedhang uwuh diperoleh.Tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuat ramuan wedang uwuh. Namun, yang jelas minuman ini mulai diperkenalkan secara luas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sebelum masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX, wedang uwuh hanya khusus dihidangkan untuk tamu-tamu keraton yang datang melayat ke Imogiri. Itu pun hanya bisa didapatkan di Masjid Imogiri saja.Windarno adalah orang pertama yang berjualan wedang uwuh kemasan. Awalnya ia berjualan di sebelah timur makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tepatnya di sebelah luar gerbang timur makam. Mulai tahun 1997 ia berjualan di bawah--tempat parkir.Kini lokasi tersebut sudah dibangun area khusus bagi para pedagang. Windarno mengambil dua blok, dengan ongkos sewa Rp200.000,00 per tahun. Tapi, perlu diketahui juga ia tak hanya berjualan wedang uwuh. Di belakang blok tempatnya berjualan, ditambahi sebuah toko bahan pangan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan penghasilan yang didapatkannya dari berjualan, ia mampu menghidupi istri dan kedua anaknya yang telah beranjak dewasa.Bagi Windarno berjualan wedang uwuh bukan hanya berdagang tapi juga turut melestarikan warisan nenek moyang. Karena itu ia selalu berusaha untukΒ  menjagaΒ  mutu serta keaslian rasa wedang uwuh. Keaslian rasa wedang uwuh mampu menciptakan suasana yang khas, aromanya pun kental akan nuansa spiritual. Tak heran bila wedang uwuh selalu membuat penasaran pembelinya. (travel/travel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads