Menikmati Letusan Anak Gunung Purba (Krakatoa)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menikmati Letusan Anak Gunung Purba (Krakatoa)

Aymara Apache - detikTravel
Selasa, 27 Sep 2011 10:57 WIB
Jakarta - Jam menunjukkan pukul 19.00, kami berencana berkumpul di terminal Kamapung Rambutan. Menunggu P(f), Nina, Mbak Ade, dan Wawan. Semua sudah kumpul tepat jam 19.30 mobil bergerak perlahan meninggalkan terminal Kampung Rambutan menuju pelabuhan Merak. Ya, pelabuhan dimana kita akan menyeberang ke pulau sumatra untuk mengeksplore Anak Gunung Krakatau. Jalan sempat terhenti di tol karena sedang dalam perbaikan. mungkin ini untuk mengantisipasi ledakan pemudik dan memperlancar jalan. Namun, pertanyaannya kenapa selalu setiap akan lebaran saja semua jalan di perbaiki, namun seteleh itu di biarkan terbengkalai, apakah hanya untuk permainan proyek saja.Β Aku bersama teman-teman sudah merasa bahwa rombongan kami adalah rombongan yang terkahir, karena kami tiba di pelabuhan merak memang lama sekali, ya disebabkan macet di tol itu. Akhirnya kami tiba juga tepat pukul 00.00 di Pelabuhan Merak. ternyata kami bukanlah rombangan yang terakhir. masih ada beberapa kawan lagi yang masih dalam perjalanan. Tepat pukul 01.00 kita menuju kapal dan berngkat menuju pelabuhan bakauheuni. Ini dia perjalanan yang melelahkan. saya bicara akhirnya kita sampai di pelabuhan bakauheuni jam 06.00. Lanjut ke Dermaga Canti, terus ke pulau sebesi. Tahukan kawan, bahwa di Pulau Sebesi itu menurut penduduk setempat terdapat sebuah danau yang sangat indah, dan ada juga fosil, dan harta karun yang ditemukan oleh penduduk setempat. Bahkan yang lebih menakjubkan lagi adalah ada terowongan rel kereta yang sepertinya pada waktu sebelum gunung krakatau meletus untuk menghubungkan antar pulau, belum lagi emas batangan dan mahkota yang sudah di temukan oleh masyarakat sekitar. atau mungkinkah? aku berspekulasi bahwa bangsa Atlantis adalah memang benar adanya dan letaknya persis di sekitar Gunung Krakatu tersebut. (Just a dream) karena, Profesor Santos dari brazil mengakui bahwa bangsa atlantis ada di negeri tercinta ini.Bangsa Atlantis dikenal mempunyai peradaban yang sangat tinggi, tanah yang subur dan curah hujan tinggi dan hutang yang lebat. dan Atlantis adalah negara kepulauan, dengan ciri-ciri tersebut tidaklah jauh dengan apa yang ada di negara kita ini, persis dan cocok dengan kriteria yang dijabarkan oleh Prof. Santos itu, yup kita adalaha bangsa yang sangat besar dengan adat budaya yang sangat kaya dan kekayaan alam serta keindahannya yang luar biasa. Hutan hujan tropis yang menjadi paru-paru dunia belum lagikampung-kampung adat atau tradisional yang tersebar dari papua hingga 0 km. luar biasa, dan baru-baru ini diketemukan sebuah kampung adat di daerah Manggarai, Flores. Sangat disayangkang para pemimpin dan pejabat kita tidak pandai mengelolanya (Iwan Fals).Kami bermain, bergembira, ber-snorkeling ria dan bahkan kami mendaki gunung anak krakatau yang sedang aktif yang memancarkan abunya yang sedemikian dahsyat. kecantikan danΒ  keindahan itulah yang tergambar dari anak gunung krakatau. namun dibalik kecantikannya tergambar dahsyatnya bekas letusannya, bagaimana tidak, antara lautan dan gunung bersatu menciptakan harmoni alam yang luar biasa, pijarannya ketika malam hari bagikan nyala lampu yang di atur berjejer.Indahnya kebersamaan, saling menguatkan satu sama lain, semuan bersatu karena ingin menikmati indahnya alam indonesia raya. thanks kawan. aku selalu berucap, tahukah kawan petualangan akan menepma jiwamu bagaikan tempaan baja sehingga membuat semakin kuat mengarungi lautan kehidupan, dan tahukan kawan jika kau mengerti alam adalah sahabat sejati. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads