The Hiden Paradise Of Banten (Sawarna)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

The Hiden Paradise Of Banten (Sawarna)

Aymara Apache - detikTravel
Senin, 10 Okt 2011 13:05 WIB
Jakarta - Bersama 20 orang saat pagi buta kami berkumpul di Terminal Kampung Rambutan, dengan niat dan tujuan yang sama, yaitu Sawarna atau kami menyebutnya The Hiden paradise Of Banten. Karena memang tempat ini sangat terpencil dan jauh dari dunia luar. Tujuan kami yang pertama adalah ke Terminal Serang. Perjalanan masih nyaman dan terkendali karena memang aspalnya bagus. Nah, perjalanan baru di mulai setelah kami melewati Terminal Serang.  Perjalanan yang sepertinya tiada habisnya. Setelah melewati daerah saketi, baru perjalanan kita penuh dengan perjuangan, jalan yang mirip kubangan, dan tidak rata dengan aspal membuat kami terhempas, terjerembab, dan terkulai lemas. Sangat ironis dengan gedung mewah para wakilnya, negeri yang ironis. Namun, semua itu terpuaskan dengan pemandangan yang luar biasa, yaitu sunset, sunrise, karang, dan juga pantai yang masih sangat indah beserta dengan pasirnya yang putih dan berkilau bila terkena pancaran sinar matahari.Destinasi kedua, Susur gua (caving) itu yang menjadi salah satu objek wisata di sana. Dimana stalaktitnya yang luar biasa, dan binatang bermuka vampire yang bergelantungan di atas gua membuat kami semakin terpesona. Setelah puas, kami kembali ke penginapan dan dilanjutkan untuk beristirahat dan besrsiap-siap meng-explore pantai keesokan harinya.Yup, Tanjung Layang, Legon Pari, dan Karang Taraje sudah terlihat di pelupuk mata. Dua karang kokoh berdiri di atas laut, dihantam deburan ombak setiap saat tapi tetap kokoh dan ikhlas. Aku belajar dari alam semoga kekokokhannya bisa menulari anggota tubuhku, dari neperkampungan nelyanan yang kami lalui aku belajar dari ketabahannya mengarungi lautan, dan kami sempat mampir ke pengrajin gula tapi dari air kelapa, sangat tradisional dan semua itu menambah pembelajaranku tentang hidup dan kehidupan.Kami tergoda untuk menghampirinya dan naik ke atasnya untuk melihat luasnya lautan dari atas karang itu, Helmira, Tutu, Yanyan, dan Dian, Iwul dan aku naik ke karang itu, tinggi dan menegangkan. Namun, kawan setelah kami sampai di atasnya, luar biasa lautan lepas kami pandangi, deburan ombak tak henti-henti menampar karang itu. Lembut pasir putihnya berkilauan terkena cahaya matahari. kawan, Mutiara itu bernama Sawarna.Terima kasih kawan telah menjelajah bareng menikmati keindahan alam raya indonesia. Oh ya kawan selalu aku berujar di akhir tulisanku ini, jika kau mengerti alam adalah sahabat sejati, karena jika alam sudah murka tidak ada yang bisa menghentikannya. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads