Jakarta - Malam itu kami mempunyai ide untuk pergi ke Bromo. Dimulai dengan keberangkatan kami dari Kota Malang, saat itu tepatnya masih jam 12 malam. Kami menembus pekatnya malam, dingin yang menusuk tulang untuk menggapai puncak Malang.Target kami adalah menuju Gunung Bromo melalui penanjakan satu, yaitu melalui Probolinggo tapi perjalanan kami mengalami gangguan. Ternyata daerah Pasuruan dilanda banjir dan mengakibatkan kami harus memutar balik "kuda besi", saat itu juga kami memutuskan untuk melalui penanjakan dua, yaitu melalui Kota Pasuruan.Jalan yang berkelok-kelok bukanlah masalah. Masalah utamanya adalah karena waktu yang terbuang akibat banjir maka kita kehilangan suasana sunrise. Daam perjalanan ini kami juga melengkapi bawaan kami dengan membawa kompor portable sehingga sesampainya di atas kami bisa langsung membuat minuman panas walaupun saat diminum tidak terasa panas. Hal ini dikarenakan keadaannya yang memang sangat dingin.Setelah menikmati Puncak Gunung Bromo, kami memutuskan untuk turun ke lautan pasir dengan hati yang setengah-setengah, tapi gimana lagi namanya kepingin akhirnya turunlah kita ke lautan pasir. Dan hasilnya "MENAKJUBKAN!"Β
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama