Pangandaran yang Tak Terlupakan
Jumat, 04 Nov 2011 11:58 WIB

Jakarta - Liburan semester 3 kemarin aku bersama kelima teman lainnya (Ira, Bunga, Yoga, Dilla, dan Ade) berwisata ke Pangandaran. Rencana awal sebenarnya kami ingin berkunjung ke Pulau Tidung. Tapi, karena cuaca tidak mendukung jadi kami membatalkan rencana tersebut.Meskipun begitu, perjalanan ini tidak mengecewakan. Walaupun, sebelumnya ada masalah sedikit. Mulai dari waktunya, debat masalah waktu, dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi tanggal 16 Februari. Kami berangkat dari Jakarta hari Rabu malam. Meeting point dilakukan di rumahku. Kemudaian di lanjutkan ke rumah Ade.Perjalanan menuju Pangandaran kami menggunakan sepeda motor. Kami memerkirakan perjalanan dari rumah Ade ke pangandaran itu memerlukan waktu 2 jam. Sesampainya di sana kami langsung mencari penginapan dan booking selama 3 hari 2 malam. Tanpa menghabiskan waktu, selesai beres-beres kami langsung menuju pantai.Awalnya sih memang cuma main-main saja tapi akhirnya Ade mengajak kami ke Pantai Pasir Putih yang berada di seberang. Sesampainya di Pasir Putih kami sempat bermain-main di hutan dan cagar alam yang ada di situ. Ternyata di tempat tersebut masih banyak sekali monyetnya.Kami pun memulai berenang-renang di pantai Harapan pasir Putih. Namun sayang, hari sudah semakin sore dan cuaca semakin mendung. Jadi, kami harus kembali lagi ke Pantai pangandaran sebelum hujan. Sampai di Pangandaran kami belum ingin kembali ke penginapan dan akhirnya kami memutuskan untuk main hujan-hujanan sambil berenang. Setelah puas, kami pulang ke penginapan dan keesokan harinya kami bisa melihat sunrise di Pantai Timur.Siang harinya kami pergi ke Green Canyon. Keindahan Green Canyon mampu menghipnotis matakami semua. Meskipun harus menunggu beberapa jam Green Canyon buka, ini semua mampu terbayar dengan keindahan yang ada.Saat di Green Canyon kami mengunjungi tempat mandinya Putri. Menurut kepercayaan yang ada kalau cuci muka di sana bisa jadi awet muda. Akan tetapi, yang nggak terlupakan adalah cara bagaimana kami bisa sampai ke tempat tersebut. Bayangkan saja kami harus berenang melawan arus yang super deras. Sampai-sampai celana si Bunga hampir terseret arus. Tapi, memang pengalaman yang tak terlupakan.Setelah dari Green Canyon kami berkunjung ke Batu Karas kemudian ke Batu Hiu. Batu Hiu tempatnya sangat bagus nggak kalah sama di Bali. Bahkan banyak orang yang mengira, kalau itu ada di Bali.Malamnya, aku, Ade, Bunga, dan Ira ngopi-ngopi di pinggir pantai sampai jam 12 malam. Ngopi malam-malam di pinggir pantai itu sangat seru. Pemandangan idah tengah laut yang berhiaskan lampu-lampu yang berasal dari perahu nelayan menambah kehangatan dan suasana romantis malam itu.Keesokan harinya kami berkunjung ke tempat membuat tatto kemudain kami semua membuat tatto. Setelah itu kami kembali ke pantai untuk melakukan sesi foto. Kala itu kami menggunakan dress, rencanaya sih ingin berfoto ala model. Setelah sesi foto selesai, kami berlanjut untuk berbelanja.Jam 12 siang kami check out dari penginapan untuk pulang. Sebelum pulang ke rumah masing-masing kami stay sebentar di rumah Ade. Pukul 15.30 WIB kami baru berangkat ke terminal untuk pulang ke rumah masing-masing. Tapi sayang, sampai pukul 17.30 WIB kami masih terdampar di terminal karena bus yang ke Jakarta adanya sekitar jam 8 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu di masjid terminal.Perjalanan kali ini emang benar-benar backpacker-an. Semua pengalaman yang didapat dari pengalaman ini benar-benar seru.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta