Perjalanan Ke-3 Negara Tetangga (Part 1)
Tafrid Huda - detikTravel
Kamis, 10 Nov 2011 15:26 WIB
Jakarta - Baru beberapa hari yang lalu aku sampai di Brunei dan badan langsung bener-bener drop. Tapi, tetap senang karena akhirnya sudah sampai Brunei setelah perjalanan panjang dan melalui beberapa hal yang nggak sesuai rencana. Akan tetapi, di situ asyiknya malah. Rencana perjalananku kemarin adalah Jakarta–Singapura–Batam– Singapura–Kuala Lumpur–Brunei. Dan, alhamdulillah semuanya dapat saya kunjungi. Ceritanya saya memang lagi kepingin backpackeran gitu."So here we go."Berangkat dari Jakarta menggunakan penerbangan malam biar sampai di Singapura tengah malam, terus tidur di bandara menunggu pagi, dan selanjutnya barulah jalan-jalan (ini namanya ngirit). Yang aku lupa, Singapura ini beda sama Brunei atau Malaysia yang bahasa nasionalnya Melayu, Singapura ini menggunakan bahasa Inggris. Dan, bagi aku yang kemampuan bahasa Inggrisnya berbanding lurus dengan panjang kuku hitam di jari kelingking tangan kiri (kenapa harus tangan kiri ya?) itu merupakan bencana.Aku bagus dalam baca atau menulis Inggris tapi kalau ngobrol menggunakan bahasa Inggris hanya bisa "Yes or No saja." Penduduk Singapura kebanyakan Melayu, China, dan India. Jadi, wajar saja kalau mereka milih bahasa Inggris sebagai bahasa nasional.Back to the story! Sampai di Changi Airport akhirnya, urusan imigrasi selesai, terus ke luar dan bingung. Ini aku mau ngapain? Oh iya, tujuan yang pertama adalah men-charge hp, biar besok bisa buat foto-foto, dan itu harus ke starbucks. Oke ini starbucks kedua yang aku datengin setelah starbucks di Miri airport dan dengan tujuan yang sama, yaitu men-charge handphone.Itu adalah men-charge handphone termahal yang pernah aku lakukan. Selesai itu ya cuma muterin bandara yang sebenarnya, bandara ini lebih bagus dibilang mall. Akhirnya aku menemukan free wifi di situ dan langsung mencari tempat duduk. Padahal sesungguhnya aku nggak jadi internetan tapi malah tidur di situ sampai pagi.Paginya, "The journey begin!" Aku dikasih tahu teman dan internet kalau di Singapuea itu paling enak naik MRT (Mass Rapid Trans) atau semacam kereta bawah tanah. Nah, aku yang di Indonesia biasanya naik bus kota atau busway yang ada kondekturnya, di Singapura sudah ada mesin untuk membeli tiketnya sendiri dan aku bingung cara belinya. Jadi, aku kasih tau tipsnya nih ya. Deketin mesin penjual tiket laknat itu,Berdiri sekitar 3 meter dari situ dan tunggu sampai ada orang lokal yang membeli tiket,Pas orang itu membeli tiket pura-puralah menelepon sambil terus memandang bagaimana cara membeli tiket tersebut. "Asem-asemnya" orang lokal tersebut memakai tket isi ulang. Akhirnya aku sok pede bisa memakainya, main pencet-pencet saja lah, dan akhirnya keluar juga itu tiket.Tujuan pertama perjalanan ini adalah Marina Bay. Yang aku tahu itu adalah tempat dimana Marlion, patung singa itu berada dan dekat dengan Singapore Flyer. Jadi, ya langsung deh beli tiket MRT ke sana. Aku pikir jauh, ya emang jauh tapi karena naik MRT jadi nggak butuh waktu lama. Turun di Marina Bay MRT station harus jalan lagi, lumayan jauh juga. Oya, disarankan kalau mau ke Marina Bay mending turun di Stasiun Raffles lebih dekat sama Marlion.Setelah lelah muter-muterin Marina Bay, aku mutusin buat ke Orchad Road. Katanya kalau ke Singapura tapi nggak ke Orchard nggak lengkap. Oke, akhirnya aku ke sana. Sampai di sana ya isinya cuma mall yang berderet-deret dan menjual produk-produk branded. Aku yang notabene bukan anak gaul, ya bingung di sana mau ngapain, walhasil cuma foto-foto di sana, duduk di pinggir jalan, biar rugi-rugi banget akhirnya aku masuk ke Ion Orchard namanya, mencari Starbucks untuk kembali men-charge hp.Selesai di Orchard pengennya langsung ke Harbourfront buat nyeberang ke Batam tapi ternyata saat itu masih jam 2-an. Dan, temanku bilang dia baru bisa jemput jam 5 sore atau setelah pulang kerja. Jadinya aku mutusin buat ke Chinatown, karena di sana katanya banyak tempat menarik diantaranya masjid, kuil, dan gereja. Sesampainya di Chinatown, aku salah ambil jalan keluar harusnya ke kanan, aku malah ke kiri jadi harus muter buat sampai ke daerah masjid itu. Aneh, masjidnyakan di Chinatown dan sebelahnya ada kuil Hindu. Ya, nggak sebelah pas sih, dan alhamdulillah sempat salat zuhur di Masjid itu. Oya, kalau mau mencari oleh-oleh, disarankan datang ke Chinatown saja, di situ barangnya murah-murah. Disitu juga ada Chinatown Herritage Centre yang isinya sejarah China di Singapura."And that's it. Done for today." Habis itu aku langsung naik MRT ke Harbourfront Centre, buat mencari fery ke Batam. Perjalanan di Batam akan aku ceritakan di postingan selanjutnya..
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?