Don't Judge A Food by Its Smell and Size
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wahid Masrukan|841|NAD|10

Don't Judge A Food by Its Smell and Size

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Senin, 01 Agu 2011 10:10 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
ugc
Dont Judge A Food by Its Smell and Size
Jakarta - Jangan lewatkan menjajal Mie Aceh Rojali jika sudah berada di Banda Aceh. Konon, inilah Mie Aceh terlezat yang ada di seantero Bumi Serambi Makkah ini.

Β 

Kedai Mie Rojali berada di pusat kota banda Aceh, hanya berjarak kurang dari lima menit dari Masjid Raya Baiturrahman. Jangan kuatir kesasar apalagi salah tempat, mie kondang ini cukup populer. Lokasinya berseberangan dengan satu satunya vihara Buddha di Banda Aceh, membuatnya tak mudah disarukan dengan kedai mie lainnya. Jika ingin cepat, panggil saja becak motor untuk minta diantarkan.

Β 

Kedai yang berlokasi tak jauh dari simpang lima Aceh ini memiliki ruang yang cukup lega untuk menampung banyak tamu. Saat di sini sempatkan untuk menengok dapur kedai, dengan senang hati para koki akan menyambut Anda. Yang paling menarik perhatian saya saat di dapur Rojali adalah bumbu dasar merah dengan jumlah yang fantastis, menggunung, teronggok daam sebuah wajan raksasa. Belum jua menjajal makanannya sudah terbayang bagaimana nantinya keringat bakal membanjiri sekujur tubuh.

Β 

Berbeda dengan mie Aceh yang saya jumpai di Jakarta, menu yang ditawarkan cukup variatif. Tak melulu mie goreng/kuah daging tapi juga beragam seafood pilihan, mulai dari udang cumi hingga yang jadi top notch di sini: kepiting. Dan pilihan saya jatuh pada mie kepiting udang goreng. Sebagai teman minum, sengaja saya pilih teh tarik dingin.

Β 

Saat pesanan datang. Jujur saya sedikit kecewa. Selain porsinya yang kurang memadai untuk menyantuni naga di dalam perut, kepitingnya pun juga kecil, capit gandanya hanya sebesar jempol ditambah aroma rempah kuat tercium dari mie ini, mirip-mirip bau jamu bahkan. Sebelum mulai menghajar pesanan, saya melakukan ritual khusus terlebih dahulu (Baca artikel lain pelengkap dengan judul "Tips menikmati Mie Aceh, Sebuah Ritual Khusus").

Β 

Akhirnya tiba saatnya saya memerintahkan mulut dan lidah untuk beraksi. Target pertama adalah kepiting. Saat daging kepiting pertama kali meluncur, saya hanya bergumam 'Oooh, mak nyoss tenan.' Daging kepiting lembut semburat pecah berkeping-keping di mulut. Balutan bumbu rempah yang kuat mampu meresap di setiap ujung lidah dan langit-angit mulut semuanya berputar-putar dan menerbangkan Anda ke sensasi luar biasa. Prasangka saya langsung rontok di gigitan pertama.Pedas rempah bumbu Rojali benar-benar membuat saya lupa daratan.Tangan langsung sigap memreteli setiap bagian tubuh kepiting. Bumbu yang begitu meresap membuat saya tak merelakan sedikit pun kepiting ini pulang utuh. Semuanya tandas sampai ke sudut-sudut kaki. Saat paling menyenangkan adalah menikmati bagian capitnya. Sepasang daging lembut capit kepiting utuh segede jempol jadi pamungkas yang melegakan.

Β 

Usai kepiting, tiba giliran mie nya. Saya sengaja menancapkan garpu pada seekor udang montok berwarna muda merona, sejurus kemudian saya memutar garpu di segerombolan mie sehingga membentuk gulungan one bite. Anda tidak sulit melakukan hal itu, karena mie yang digunakan mirip dengan mie Hokkian, selain ukurannya yang bulat besar dan kenyal, ukurannya yang tak terlalu panjang membuat gulungan yang dibuat menyesaki mulut Anda.

Β 

Meski sempat kami tinggal sesaat menghajar kepiting, dan mie mulai dingin, kejutan kedua justru datang saat gulungan mie masuk tahapan eksekusi. Bumbu rempah begitu meresap ke dalam setiap bagian mie. Renyah taoge dan kol, akan mengayakan sensasi di mulut sebelum akhirnya mie meluncur ke krongkongan. Sungguh tehnik memasak yang elok, mengingat mahfumnya mie Aceh lebih sering disajikan mblothong (Bahasa Jawa -red) alias dimasak dengan suhu terlampau panas sehingga menghilangkan tekstur dan cita rasanya.

Β 

Bagian paling sulit dari menikmati Mie Aceh ini adalah mempertahankannya untuk tetap menyisa di piring. Meski bumbu rempahnya membuat Anda megap-megap dan sekujur tubuh dibasahi keringat, namun Anda akan dibuat kecanduan untuk senantiasa menyuap bagian demi bagian hingga tandas.

Β 

Usai sudah kenikmatan sesaat di dunia. Rasanya tertuntaskan perjalan panjang 2 setengah jam dari Jakarta ke Banda Aceh untuk menjajal kondangnya Mie Aceh Rojali ini. 35.000 ribu rupiah untuk seporsi Mie Kepiting Udang rasanya terlampau murah untuk segala sensasi cita rasa yang ada. Lupakan soal bau jamu, lupakan soal porsi yang sedikit karena gulungan Mie Rojali akan membuat Anda memakluminya. Dont judge a food by its smell and size. (Taufiq-Wahid)


Harga Mie Kepiting udang per porsi Rp. 35.000
Harga teh tarik per porsi Rp. 8.000

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads