Awalnya saya dan rekan petualang duduk dengan manis di meja makan menunggu menu datang. Tapi ternyata kami langsung diberi tanda oleh pemandu wisata untuk segera menuju ke dapur dan memilih sendiri santapan yang akan dimasak. Jangan kaget karena berbagai macam hewan laut yang masih mentah akan dikeluarkan untuk anda pilih. Atas rekomendasi beberapa orang, kami pun memilih ilak bakar bumbu, ilak bakar kecap, gangan, cumi-cumi saos tiram, dan genjer terasi.
Ikan ilak yang dimasak dibelah menjadi dua dan diberi bumbu kecap. Warnanya yang matang kecoklatan sangat menggoda lidah. Sedangkan ilak bakar bumbu warnanya kuning keemasan. Ikan bakar yang dilumuri bumbu kunyit di seluruh tubuhnya ini siap disantap dengan sambal terasi atau sambal kecap. Jangan lupa mengambil genjer terasi sebagai teman sayur, rasanya sungguh aduhai memanjakan lidah.
Kalau soal gangan, masakan yang satu ini juga dimasak dengan menggunakan kunyit. Bedanya, gangan yang kami santap adalah sop kepala ikan ketarap. Selain kunyit, bahan campuran untuk kuahnya adalah buah nanas, lengkuas, asam jawa, bawang, dan cabe rawit. Sudah bisa dibayangkan rasanya? Sensasi manis, asam, pedas, dan segar jadi satu di mulut! Menurut cerita penduduk, gangan ternyata sudah seperti makanan sehari-hari mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikit tips, jangan tunggu sampai perut lapar jika ingin memesan makanan khas pinggir pantai. Butuh waktu sekitar empat puluh menit untuk memasak semua pesanan. Sambil menunggu, mungkin anda bisa memesan es kelapa murni atau bersantai menikmati senja bersahaja di pantai yang terkenal sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi itu. Selamat berlibur!
Harga untuk porsi 4-5 orang:
- Gangan: Rp. 55.000,-
- Cumi Saos Tiram: Rp 40.000,-
- Ilak Bakar Kecap: Rp. 36.000,-
- Ilak Bakar Bumbu: Rp. 36.000.-
- Genjer Terasi: Rp. 10.000,-
- Nasi (1 bakul): Rp. 12.000,-
- Es kelapa: @ Rp. 7.000,-
Β












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama