Setiap kali saya berkunjung ke Brunei, saya merasa seperti pulang kampung. Masyarakat yang ramah, bahasa dan budaya yang serumpun, dan pemandangan alam yang familiar, ditambah pula dengan suasana nya yang aman, tenang dan damai membuat kita selalu merasa lebih kerasan tinggal di sini.
Kunjungan saya ke Bandar Seri Begawan di minggu ke dua bulan Juli kali ini merupakan kunjungan saya yang kesekian kalinya ke Negara kecil yang kaya minyak ini. Setiap bulan Juli Negara ini bersolek menyambut hari keputeraan atau ulang tahun sang Sultan yang sangat dicintai rakyatnya. Dan ini kali kedua saya berada di Brunei pada saat Sultan berulang tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekan saya dari Royal Brunei Airlines sudah menunggu di Balai Ketibaan dan dengan segera kendaraan meluncur menuju hotel kami di daerah Gadong, salah satu hotel terbaru di Brunei yaitu Rizqun International Hotel. Gadong sendiri merupakan bagian dari kota Bandar Seri Begawan atau lebih sering disebut BSB. Daerah Gadong sendiri merupakan pusat perbelanjaan dan Hotel yang cukup ramai di Brunei bahkan jauh lebih ramai dibandingkan pusat kota BSB yang disebut Bandar. Di sini terdapat beberapa pusat perbelanjaan yang cukup besar seperti Centrepoint dan the Mall yang menjadi satu dengan hotel tempat saya menginap.
Menyambut hari ulang tahun sultan yang ke 62 ini, Bandar Seri Begawan memang bersolek dengan segala macam hiasan yang berisi tulisan , baliho, dan spanduk yang semuanya berisi puja puji dan rasa cinta rakyat. Tulisan Daulat Β Kebawah Duli Tuan Patik Kekal Qarar Memerintah Negara Brunei Darussalam terpampang di seantero kota dan kampung. Foto Sultan dalam berbagai pose pun ada dimana-mana dengan senyum khas nya menunjukan wajah yang tampak sangat tampan, gagah , dan berwibawa. Rasa cinta ini juga ditampakan dengan doa buat Sultan pada rakaat kedua setiap sholat jumat yang diadakan diseluruh masjid di Brunei.
Nama Bandar Seri Begawan diambil dari nama Almarhun Sultan Omar Ali Saifuddien, ayah dari Sultan Brunei yang sekarang. Nama asli kota ini sebelumnya adalah Bandar Brunei. Pada 1 Agustus 2007, Luas BSB diperluas menjadi lebih 100 km persegi dari hanya sekitar 12 km.
Hiburan di mana-mana,
Brunei merupakan Negara yang berdasarkan Islam, namun kehidupan beragama untuk rakyat dan pendatang yang bukan bergama Islam pun dijamin keberadaanya. Tidak mengherankan bila kita juga dapat menjumpai gereja dan kelenteng di samping masijd-masjid yang megah. Tentu saja sesuai syariah maka kita tidak dapat membeli minuman beralkohol, dan juga hiburan malam macam di kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara. Bahkan live music pun sangat sulit dijumpai di Brunei, kecuali karaoke yang sifatnya sangat sederhana dan itu pun biasanya menjadi hiburan pekerja migran dari Indonesia yang sering berkumpul di Bandar dekat Terminal Bus. Namun pada puncak Hari ulang Tahun Sulatan di Jubilee Park persis di depan Hotel Sheraton Utama, ada lapangan yang biasanya menjadi tempat letak kereta, atau tempat parkir yang bila malam tiba disulap menjadi semcam pasar malam dengan panggung hiburan yang menyajikan tarian dan nyanyian tradisional Brunei, lagu barat dan terutama dangdut dari Indonesia. Selain itu berbagai macam gerai yang menjual makanan dan segala keperluan pun dapat ditemui. Sementara di atas langit kota Bandar Seri Begawan ratusan kembang api dan Mercon berwarna-warni dihembuskan menghias malam yang cerah selama hampir satu jam. Ini menjadia sarana hiburan untuk rakyat dan pendatang yang kebetulan ada di Brunei pada saat pertengahan bulan Juli.
Keliling Bandar dengan Purple Bus
Kepemilikan kendaraan pribadi bagi penduduk Brunei sangat tinggi, hampir setiap rumah memiliki paling sedikit 2 mobil pribadi, Karena itu hampir tidak ada orang Brunei yang naik kendaraan umum. Namun kendaraan umum yang umumnya berupa mini bus ber ac berwarna biru yang besarnya hamper sama dengan Metro Mini di Jakarta dapat melayani pengunjung ke pelosok Bandar Seri Begawan termasuk juga Ke Bandar Udara Internasional Brunei di Berakas. Yang ,menarik harga karcisnya hamper tidak berubah sejak pertama kali saya ke Brunei pada 1997 sampai 2008 ini yaitu 1 Ringgit Brunei. Perlu juga diketahui bahwa Ringgit Brunei mempunyai nilai yang sama dengan Dollar Singapura sehingga uang Dollar Singapura dapat dibelanjakan dengan bebas di Brunei dan demikian juga sebaliknya.
Salah satu Rute yang lewat daerah Gadong , Center point dan The Mall adalah Bus nomor 1 circular Line yang jalan berputar dari BSB ke Gadong mengitari Kampung Liulap, Menglait . Perjalanan cukup menarik karena akan melewati Masjid Jami Ashr Hassanal Bolkiah yang merupakan Masjid termegah di Brunei. Akan lebih menarik lagi karena kalau kita naik Bus ini hampir dipastikan pengemudi dan kondekturnya yang biasanya wanita kebanyakan berasal dari Indonesia, Namun karena penumpangnya biasanya tidak terlalu banyak dan juga kebanyakan orang Indonesia atau pendatang lainnya makan naik Bus di Bandar Seri Begawan memiliki suasana yang santai dan dapat dijadikan saran yang unik dan murah untuk berwisata. Β Setelah berkeliling kota selama hamper 30 menit maka Bus pun sampai di Terminal yang merupakan tempat Β semua Bus ungu berasal atau berakhir yang terletak di Jalan Cator. Β Ada pengalaman menarik Β naik bus bewarna ungu ini. Saya bersama beberapa orang teman pada akhir tahun 1997 sempat tinggal di Hotel Sheraton Utama di Jalan Tasik Lama. Sebenarnya dekat hotel ada semacam halte bus. Namun pada saat kami minta turun di halte Sheraton, pengendara yang juga dari Indoinesia tetap terus melaju dan baru berenti di Halte berikutnya sekitar Tamu Kianggeh. Rupanya sang supir tidak percaya kalau orang Indon mampu menginap di Hotel Sheraton.
Sesampainya di Bandar atau BSB, maka hampir semua tempat dapat dicapai dengan berjalan kaki. Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan adalahΒ Masjid Omar Ali Syaifuddin yang selesai dibangun pada 1958. Di pintu gerbang Masjid Β ada semacam Piagam dari perunggu yang ditulis dalam huruf jawi yaitu bahasa Melayudengan aksara Arab. Bahwa masjid ini mulai dibina (dibangun) pada bulan juli 1954 . Diakhir dengan kata-kata Allah Peliharakan Sultan yang ternyata merupakan judul Lagu kebangsaan Brunei.
Selain itu Tidak jauh dari Masjid terdapat tempat yang popular diebut sebagai Yayasan yang merupaka Pusat perbelanjaan paling besar di BSB. Nama lengkap nya adalah Kompleks Yayasan Sultan Hasanal Bolkiah.
Kampong Ayer,
Tidak jauh dari Yayasan, maka mengalirlah sungai Brunei. Dan di sungai ini terdapat kampong Ayer yang merupakan pemukimam yang sampai saat ini masih didiami oleh oleh lebih dari 30 ribu penduduk Brunei. Dari dermaga kita dapat menyebrang dengan perahu bermotor yang lajunya terasa sangat cepat. Selain itu kita juga dapat berperahu mengelilingi kampong ayer. Β Kalau kita berdiri di pinggir dermaga akan banyak pengemudi perahu motor yang menawarkan untun muter-muter dan kita tinggal tawar menawar. Untuk 30 menit atau satu jam kita dapat menyewa perahu dengan tidak lebih dari 25 Ringgit. Kalau hanya menyebrang ke kampong Ayer kita hanya perlu bayar 50 sen atau 1 ringgit saja. Β Menurut cerita pemukiman ini telah dihuni lebih dari 1300 tahun dan tidaklah berlebihan bila Β Antonio Pigafetta Β menamakan tempat in sebagai Venizia dari timur pada sekitar awal ke 16.Β
Apabila Masjid Omar Ali Syaifuddin menjadi lambang dan kebanggaan Bandar maka di daerah Gadong ada satu masjid lagi yang dibangun pada pemerintahan sultan yang ke 29 sekarang ini, yaitu Masjid Β Jami Asr Hasanal Bolkiah. Masjid dengan kubah emas dan empat menara ini menjadi kebanggaan masyarkat Brunei. Tempat wudhunya kebanyakan menggunakan sensor dan lantainya terbuat dari pualam italia yang dingin dan menyejukan. Tempat bagian dalam masjid sangat sejuk dengan AC ,Β Pasar Gadong, Pagi pasar bunga dan tanaman, malam pasar makanan
Tidak jauh dari hotel rizkun, saya tertarik menyebrangi jembatan yang tertulis sebagai jembatan dayang hamidah, dan tidak jauh dari situ terdapat pasar Gadong. Kalau malam hari sebelum pulang ke hotel kendaraan kami sering melewati pasar ini yang menjual berjenis-jenis makanan. Ternyata pasar ini kalau malam menjual makanan dan sebaliknya kalau pagi menjual bibit buah-buahan.
Pada pagi itu saya baru sadar bahwa banyak sekali tanaman dan bibit tanaman yang dijual. Menariknya pada setiap bibit diberi gambar dan nama tanaman yang dijual. Dengan demikian kita tidak usah lagi bertanya kepada sang penjual.
Beberapa Tujuan Wisata Lain Di BSB
Di dekat Bandar, ada sebuah bangunan berbentuk kubah. Kalau kita dari Hotel Sheraton dan berjalan kaki menuju yayasan, maka kita pasti akan melewati Β Royal Regalia atau Bangunan Alat Kebesaran Diraja ini. Β Untuk masuk kesini tidak dipungut biaya alias gratis dan isinya adalah semua peralatan atau pernak-pernik yang berhubungan dengan kerajaan seperti peralatan selama upacara kerajaan. Juga dipamerkan hadiah yang diterima Sultan dari tamu Negara yang berkunjung ke Brunei.
Selain itu, Brunei Museum yang terletak di Kota Batu, juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Jadi, jangan hanya terpukau oleh gencarnya iklan wisata Singaputa atau Malaysia, sekali-kali kita perlu juga melawat ke negri kecil, namun, aman, damai, dan sentosa ini. Selamat Datang ke Brunei Darussalam.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru