Tansportasi Khas Pedalaman
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Halida Agustini|1508|KALTIM 2|22

Tansportasi Khas Pedalaman

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Selasa, 16 Agu 2011 11:09 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
para penduduk kerap menggunakan boat untuk menuju ke hulu
speedboat super
DAS
pesawat yang dibatalkan penerbangannya
bandara Datah Dawai
long boat
Tansportasi Khas Pedalaman
Tansportasi Khas Pedalaman
Tansportasi Khas Pedalaman
Tansportasi Khas Pedalaman
Tansportasi Khas Pedalaman
Tansportasi Khas Pedalaman
Jakarta - Sungai Mahakam adalah sungai terpanjang di Kalimantan Timur. Sungai ini kerap menjadi akses utama yang menghubungkan daerah satu dengan lainnya yang belum terjamah dengan angkutan darat, terutama dari Melak hingga ke Hulu terakhir sungai Mahakam di desa Long Apari. Sungai ini juga dijadikan sebagai sumber mata pencaharian sebagian penduduk di sekitar sungai. Biasanya warga memiliki--minimal--perahu tanpa speed, namun umumnya perahu-perahu mereka telah dilengkapi dengan speed untuk lebih mengefisiensikan waktu, sebagian lagi telah mempunyai long boat dan juga speedboat dengan 3 mesin speed.

Untuk sampai hingga ke Long Apari dari Melak, satu-satunya alat transportasi yang bisa menembus ke sini adalah long boat. Untuk dapat menaiki long boat ini, kita akan dikenakan biaya sewa sebesar Rp750.000,00 per orang dengan waktu kurang lebih sekitar 18-20 jam perjalanan. Namun, long boat ini tidak selalu ada, minimal seminggu hanya ada satu boat yang berangkat. Dengan alasan itu, sebagian orang sering memilih untuk menaiki pesawat terbang dari Long Pahangai. Diperlukan waktu sekitar dua sampai tiga jam setengah untuk sampai ketempat ini dari Long Apari menggunakan cas--perahu kecil dengan 1 mesin speed. Selain karena harganya lebih murah, yaitu Rp200.000,00 waktu yang ditempuh juga lebih cepat, sekitar dua setengah jam menuju Melak. Penerbangan dengan pesawat ini juga dibatasi hanya dengan sekitar 7-10 penumpang, jika bagasi terlalu penuh maka penumpang pun akan dikurangi. Pesawat ini juga tidak setiap hari beroprasi, seminggu hanya tiga kali, bahkan mungkin tidak ada jadwal penerbangan sama sekali.

Sama seperti ketika kami akan pulang menuju Melak. Kami memutuskan menggunakan jasa penerbangan SMAC, namun ketika kami akan masuk kedalam kabin, tiba-tiba seorang petugas menyuruh kami kembali turun, pesawat mengalami kerusakan. Salah satu baling-baling pesawat tidak berfungsi. Mau tidak mau jadwal penerbangan dibatalkan. Keadaan pesawat disini cukup mengecewakan. Kami mendengar satu kisah yang cukup membuat perut kami terkocok dengan cerita lucu pesawat DAS sekitar tahun 2009. Dinding pesawat tersebut sudah banyak terkelupas, pilot yang merokok didalam ruang kendali, dan pesawat tersebut mendarat di sebuah pohon tidak jauh dari tempat landasan. Entah kenapa pesawat-pesawat kecil yang berada disini bukan menjadi transportasi alternatif yang lebih cepat tapi malah menjadi bahan yang mengecewakan masyarakat. Akhirnya saat itu kami memutuskan untuk kembali melewati jalur sungai.

Jadi, silahkan dipilih transportasi mana yang ingin Anda gunakan!!

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads