Kehidupan Penghuni Rumah Betang Saham

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nurul Hidayati|13717|KALBAR 2|38

Kehidupan Penghuni Rumah Betang Saham

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 19 Agu 2011 10:15 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Suasana akrab di rumah betang
Kehidupan Penghuni Rumah Betang Saham
Jakarta -

Biasanya ikatan persaudaraan bisa menipis bahkan menghilang karena satu atau sebagian anggota keluarga memilih tinggal di rumah lain. Namun, hal ini tidak terjadi pada suku Dayak Kanayan yang mendiami Rumah Betang Saham. Ikatan persaudaraan mereka tak lekang dimakan zaman. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan melihat hubungan darah dari seluruh penghuni rumah panjang tersebut.

"Di sini ada 34 keluarga," jelas Bapak Paulus Ngidar (87). Hal itu menunjukkan betapa eratnya persaudaraan dan solidaritas yang mereka jaga. Jika ada yang hendak meninggalkan Rumah Betang Saham, ia harus membuat acara semacam syukuran dengan memotong babi atau ayam yang dimasak untuk seluruh penghuni rumah. Hal semacam ini sudah menjadi kesepakatan atau hukum adat tidak tertulis yang masih berlaku di antara mereka. Kalaupun ada yang nekat pindah tanpa mengadakan syukuran maka ia tidak bisa membawa barang-barangnya. Rumahnya pun akan dialihfungsikan untuk keperluan lain seperti perpustakaan atau penginapan.

Tinggal di rumah tradisional saat zaman telah berkembang pesat seperti ini tidak berarti mereka ketinggalan zaman. Saya melihat ada beberapa gadis remaja yang sedang bermain-main dengan telepon selulernya. Sebagian besar dari penghuni rumah betang bekerja sebagai penyadap karet dan berladang. Namun, ada juga keluarga yang membuka toko kelontong, ada yang menjual sayur-mayur, bahkan ada sepeda motor di dalam rumah. Jujur, saya sangat bingung bagaimana caranya motor itu bisa ada di dalam rumah. Padahal saya saja sedikit takut menaiki tangga kayu yang licin dan berlumut itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena motor di dalam rumah membuat saya bertanya-tanya apakah ada orang lain yang juga memiliki kendaraan. Tidak lama kemudian pertanyaan saya terjawab. Beberapa dari mereka punya kendaraan, walaupun tdak mewah, dan dititipkan ke rumah saudaranya yang tinggal di depan Rumah Saham. Mereka adalah anggota keluarga yang tidak tinggal di rumah betang tersebut karena faktor terbatasnya lahan yang menghilangkan kemungkinan untuk membuat bilik baru.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads