Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Windarto|6150|KEP. RIAU|12

Kenangan Unik di Kepulauan Riau

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Kamis, 26 Mei 2011 12:55 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Bandara Hang Nadim
Ojek Angkutan Barang
Pantai di dekat Bandara Ranai
Kapal Cepat ke Pulau Lingga
Pesawat yang membawa kami ke bandara Supadio Pontianak
Satu-satunya pesawat ke Ranai Natuna, yang juga meninggalkan bagasi kami di Batam
Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Kenangan Unik di Kepulauan Riau
Jakarta -

Tepat 14 hari kami dari tim Kepulauan Riau mejelajah provinsi ini. Dari 5 kabupaten dan 2 kota di Kepulauan Riau, 3 kabupaten dan 2 kota diantaranya telah kami jelajahi yaitu Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna. Namun tak semua obyek wisata di ketiga kabupaten tersebut dapat kami kunjungi satu persatu karena beberapa kendala waktu dan transportasi. Sementara 2 kabupaten lainnya tak sempat kami jelajahi, seperti kabupaten Karimun yang telah masuk itinerari tim Jambi dan Kabupaten Anambas yang batal di jelajahi karena kendala transportasi.

Dari 14 hari petualangan dan pejelajahan kami di kepulauan Riau, tentunya memberikan banyak kenangan yang mungkin tak akan kami dapatkan di kesempatan lain. Mulai dari hal yang menyenangkan sampai hal yang paling menggelikan. Tetapi secara keselurahan, bagi kami, semuanya menyenangkan. Banyak hal dan pengalaman baru yang kami dapatkan selama petualangan ini. Bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal seperti Ibu Titiek Suparwati di Pesawat Garuda, Kak Artha pendamping kami selama perjalanan, beberapa supir kami (Bang Silaban di Bintan, Pak Hamdaus di Ranai, Pak Item di Lingga, dan Bang Ryan di Batam).

Dalam perjalanan tersebut juga ada beberapa hal yang menggelikan buat kami, yaitu tas kami yang di tinggal oleh satu-satunya maskapai penerbangan dari Batam ke Ranai. Tanpa pemberitahuan sebelumnya dan saat tiba di Ranai baru kami ketahui bahwa tas kami yang masuk bagasi ditinggal pesawat bersama 19 orang penumpang lainnya karena pesawat kelebihan muatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena hal itu pula, menyebabkan batalnya penjelajahan kami ke Anambas karena harus menunggu bagasi yang baru akan diantar 2 hari sertelah kedatangan kami di Ranai. Sementara jadwal kapal Bukit Raya yang singgah di Natuna 1 hari setelah kedatangan kami dan hanya akan singgah 1 minggu sekali. Kalaupun ikut Kapal Bukit Raya, mungkin kami bisa menjelajah di Anambas, tetapi baru 1 minggu kemudian baru bisa kembali lagi ke berikutnya, lagi-lagi karena jadwal kapal tersebut yang hanya 1 minggu sekali. Dan karena itu pula beberapa jadwal penjelajahan kami harus berubah.

Namun karena jadwal kapal yang hanya seminggu sekali, maka untuk kembali ke tujuan berikutnya kami harus mengalihkan tujuan ke kota lain di provinsi lain, Pontianak. Karena satu-satu pesawat yang masih ada sisa tempat duduk hanya tujuan kota tersebut. Satu kota baru lagi yang sedikit kami jelajahi.

Pengalaman menarik lainnya adalah merasakan berbagai macam alat transportasi selama dari dan ke Kepulauan Riau, mulai dari transportasi darat, transportasi laut maupun transportasi udara. Mulai dari pesawat seperti Garuda, Kapal Cepat, Kapal Motor, Perahu nelayan, Pompong, Mobil, Angkutan Kota, Ojek, sampai angkutan barang seperti Ojek Kaisar pun kami sewa untuk menjelajah Daik Lingga. Semua punya cerita menarik buat kami. Dari akses jalan ditengah kota yang bagus hingga jalan tanah, tipe-tipe jalan di hutan dan perkebunan sawit yang bergelombang hingga jalan-jalan tanah menuju perbukitan di Daik.

Begitupun dengan penginapan. Mulai dari penginapan setara resort mewah di Lagoi Bintan, Hotel berbintang 3 di Batam, sampai penginapan yang tidak jelas pun kami pernah merasakan. Semua itu memberikan pengalaman unik tersendiri bagi tim Kepulauan Riau.

Β 

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads