Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Erwin Yogaswara|1199|PAPUA 3|29

Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Senin, 06 Jun 2011 10:05 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Semangat Aku Cinta Indonesia di Taman Sota, Perbatasan NKRI - Papua New Guinea
Semangat Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan Bangsa
Gerbang Perbatasan NKRI - PNG
Tugu bertuliskan koordinat bumi perbatasan Indonesia - PNG
Shelter bernuansa rumah adat Papua, beratap alang-alang
Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota
Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota
Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota
Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota
Nuansa Aku Cinta Indonesia di Taman Sota
Jakarta -

Distrik Sota, sebuah kota kecil di timur Merauke, Papua. Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Wasur, di tapal batas NKRI dengan Papua New Guenia.

Sebuah tugu batas negara Republik Indonesia dan Papua New Guinea tertancap di Distrik Sota. Hanya beberapa meter dari Pos Penjaga Perbatasan yang dijaga oleh Infanteri TNI.

Memasuki areal perbatasan yang dihiasi dengan gapura yang indah berlambang Garuda, bertuliskan 'Good Bye and See You Another Day', terasa begitu asri. Dan dibaliknya, atau dari sisi Papua New Gunea terdapat tulisan 'Welcome To Indonesia'

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetumbuhan, bunga, dan pepohonan tertata rapi dan indah dipandang mata. Beberapa alat permainan di areal wisata 'mini' cukup sederhana namun terawat. Ada Jungkat-jungkit dan beberapa ayunan dari ban bekas cukup menghibur pengunjung.

Tak jauh dari taman, penduduk lalu lalang dan beberapa orang istirahat di sebuah bangunan kayu. Didalamya terdapat tungku untuk penyulingan kayu putih yang cukup sederhana. Kedua petualang Papua 3, Erwin dan Harley mencoba mendekati bangunan tersebut dan berkenalan dengan 3 orang penduduk lokal disana, salah satunya bernama Steven, seorang warga Merauke. Dengan sepedanya, dia membawa ranting-ranting kayu untuk dijadikan kayu bakar. Kehidupan pertanian desa yang Steven lakukan setiap harinya.

Di taman Sota, shelter-shelter bernuansa etnis Papua, beratapkan alang-alang tersusun rapi. Rangka atap berupa ranting-ranting pohon cukup diikat dengan akar-akar yang ada. Alang-alang pun menempel ke rangka hanya dengan dipukul-pukulkan ke rangka tanpa diikat sama sekali.

Yang membuat saya takjub, atap alang-alang tersebut bisa tahan 5 tahun. Begitu menurut Pak Ma'ruf, tepatnya Aiptu Ma'ruf, sang pemrakarsa dan pemelihara taman tersebut. Pak Ma'ruf adalah seorang anggota POLRI yang sangat berdedikasi tinggi, mencoba memberikan yang terbaik untuk negeri ini dengan memelihara tugu perbatasan hingga menjadi taman yang Indah sejak tahun 2004. Sebuah pengabdian besar, senyum tulusnya melambangkan seorang prajurit POLRI sejati.

Di sekeliling taman terdapat banyak slogan yang benar-benar menyebarkan semangat dan tekad Cinta Indonesia. Semangat ACI yang berawal di batas negeri, di Merauke, Papua.

Selayaknya setiap tunggu perbatasan dijaga dan dipelihara keindahan alamnya, seperti halnya di Sota. Sosok Pak Ma'ruf layak disebut pahlawan, sumbangsih tulusnya pada Republik ini patut diteladani. Semoga kelak lahir sosok-sosok penuh pengabdian seperti Pak Ma'ruf.

Distrik Sota, alam nan damai, indah, penuh kehangatan, persahabatan, ketulusan, pengabdian, dan nasionalisme yang tinggi.

Sota, ribuan kilometer jaraknya dari ibu kota, namun semangat cinta Indonesia tercermin di setiap penduduknya.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads