Bermalam Di Perkampungan 'Tempat Perempuan Mandi'

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

M.Yusuf Simatupang|11021|KALTENG & KALSEL|48

Bermalam Di Perkampungan 'Tempat Perempuan Mandi'

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Kamis, 09 Jun 2011 11:05 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Dinding Tambi Tapin Bini
Dinding Tambi Rumah Khas Dayak Tomun
Dayak Tomun Penghuni Asli Tapin Bini
Dayak Tomun Hidup Dari Menjala Memancing
Rumah Panjang Tapin Bini
Sungai Lamandau Yang Melewati Tapin Bini
Bermalam Di Perkampungan Tempat Perempuan Mandi
Bermalam Di Perkampungan Tempat Perempuan Mandi
Bermalam Di Perkampungan Tempat Perempuan Mandi
Bermalam Di Perkampungan Tempat Perempuan Mandi
Bermalam Di Perkampungan Tempat Perempuan Mandi
Bermalam Di Perkampungan Tempat Perempuan Mandi
Jakarta -

12 Oktober 2010, petualangan Tim Kalteng dan Kalsel di hari kedua ini adalah penyusuran Sungai Lamandau yang berakhir dengan kunjungan kami di 'Tempat Perempuan Mandi'. Sepintas pasti membuat anda berfikir negatif tentang nama tersebut. Tapi sebelum anda berfikir begitu kami tegaskan bahwa perkampungan yang kami maksud adalah Perkampungan Tapin Bini.

Tapin Bini adalah perkampungan yang namanya diambil dari bahasa suku Dayak Tomun yg berarti 'Tapin' adalah tapian atau tepi sungai, sedangkan 'Bini' adalah perempuan, sehingga dapat disimpulkan Tapin Bini artinya tepi sungai yang di pakai perempuan Dayak Tomun untuk mandi.

Keunikan namanya ternyata seimbang juga dengan keunikan budaya yang sebagian masih di pertahankan oleh penduduknya. Semua itu terlihat dari Rumah Panjang dan Dinding Tambi yang masih dilestarikan di kampung ini sebagai ciri khas warisan para pendahulu sebagai rumah khas Dayak Tomun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungguh sangat menyenangkan bergaul dengan masyarakat disini. Selain mereka adalah masyarakat yang murah senyum, mereka juga sangat peduli dengan para pendatang. Terbukti mereka mempersilahkan kami untuk bermalam di rumah mereka karena losmen atau penginapan yang tidak tersedia. Yang paling membuat saya kaget adalah mereka dengan senang hati memberikan saya segelas Jamu Anggur ramuan sendiri karena saya sempat mengeluh kecapekan dan masuk angin. Waah..andai kerukunan ini dapat saya nikmati juga di kota-kota besar, pasti kita akan semakin di kenal karena kerukunan kita.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads