Jepara dikenal sebagai penghasil ukiran yang sangat indah. Ukiran itu diwujudkan dalam mebel perangkat rumah tangga dan benda-benda lain yang bernilai seni. Tak jauh dari pusat kota Jepara terdapat Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo, Kecamatan Bandengan. Lokasinya di dekat dengan pantai. Aneka ukiran berbagai motif, bentuk dan ukuran terdapat di tempat ini. Di Desa Mulyoharjo ini selain ada toko juga ada workshop. Biasanya, di belakang toko terdapat gudang atau tempat bekerja. Kebanyakan mereka adalah para pengukir yang membuat ukiran dengan aneka corak dan motif.
Saat kemarin selasa, 7 Oktober 2010 saya berkunjung ke Desa Mulyoharjo. Di workshop seni meubel dan ukir ada dua kelompok, para tukang pembuat barang mentah β barang yang belum jadi dan bagian finishing. Bagian produk mentah itu membuat aneka mebel saja, tanpa harus diperhalus, dipelitur atau dicat. Untuk bagian finishing ini biasanya dikerjakan oleh kaum perempuan. Salah satu yang kami temui adalah ibu Rini, 40 tahun, dia mengaku sudah bekerja disana selama 10 tahun, seperti pekerja perempuan lainnya, ia bekerja untuk memperhalus mebel dan ukiran. Yang mereka lakukan mulai menggosok dengan amplas, pelitur dan mengecat.
Menurut Ibu Rini, Para perempuan itu digaji mulai Rp 12 ribu sampai Rp 25 ribu per hari, dia dibayar harian bukan borongan. Di workshop tersebut nampak puluhan pekerja perempuan yang membantu proses finishing,mereka beremansipasi bahwa pekerjaan seperti tukang kayu dan ukir tidak hanya milik kaum laki laki namun juga kaum perempuan,karena bagaimanapun juga mereka butuh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang