Wisata Ziarah di Tanjung Pinang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rivki|188|KEP. RIAU|12

Wisata Ziarah di Tanjung Pinang

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Rabu, 15 Jun 2011 13:05 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Makan Daeng Celak, di Bantaran Sungai Timun
Rindangnya pepohonan, menambah suasan ziarah menjadi sejuk
Pemandangan indah sungai timun
Ornamen pemakaman pun, masih dijaga keasliannya
Wisata Ziarah di Tanjung Pinang
Wisata Ziarah di Tanjung Pinang
Wisata Ziarah di Tanjung Pinang
Wisata Ziarah di Tanjung Pinang
Jakarta - Pagi di hari ketujuh bulan Oktober 2010, gerimis menyambutku di Tanjung Pinang awan hitam menyelimuti kota Gurindam ini. Petualangan Saya dan Darto di Tanjung Pinang nampaknya belum lengkap bila tidak menengok makam-makan raja di Tanjung Pinang. Kota Tanjung Pinang memang sempat menjadi pusat pemerintahan sementara pada masa-masa kerajaan Riau. sehingga banyak makam-makam raja di daerah ini, seperti makan Daeng Marwah, Daeng Celak, Panglima Hitam, dan masih banyak lagi makam-makan yang bisa kita ziarahi di Ibu Kota Kepulauan Riau ini.

Β 

Komplek pemakaman raja-raja Riau, bisa kita temui di Tanjung Pinang tepat-nya di daerah Kota Piring, Sungai Carang dan Sungai Timun. Memang agak susah untuk dapat menuju ke daerah-daerah tersebut, karena tidak adanya penunjuk jalan. Namun untuk berziarah ke makam-makam raja tersebut, kita memiliki dua opsi. yaitu, melalui jalur sungai atau melalui jalur darat. Bagi peziarah yang mau menempuh jalur sungai, Anda dapat menyewa pompong (kapal kayu) di daerah Pelabuhan Rakyat dan kocek yang harus anda keluarkan sekitar 150 sampai 250 ribu. sedangkan untuk jalur darat, Anda bisa menggunakan angkot dengan tujuan Kota Piring, lalu menyewa ojek untuk menuju makam-makam tersebut dengan harga sewa sebesar 50- 100 ribu.

Β 

Akhir-nya aku dan Darto pun memilih untuk menempuh lewat jalur darat, karena dana kami hanya memadai lewat itu. Perjalanan kami pun terasa nikmat, karena rindangnya pepohonan, dan menawannya panorama sekitar sungai membuat perjalanan kami menjadi menyenangkan. di sepanjang jalan menuju makam-makan raja tersebut, kita juga bisa melihat hutan bakau yang masih alami.

Β 

Meskipun Kepulauan Riau terkenal dengan wisata laut-nya, namun tidak ada salahnya bila kita berkungjung ke makam-makan raja sebagai tanda penghormatan atas jasa mereka . Selamat berziarah.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads