"wooooooh panaaaas yo rek!" "panas banget sumpah, hu ha huuu", "astaga, ternyata cuaca diBalikpapan lebih dari jakarta", entah kata apa lagi yang bisa mewakili cuaca yang 'nyelekit' di kulit tersebut, 32 derajat celcius.
tapi semua itu terbayar ketika kami sampai di pantai Melawai. Sunset berwarna merah yang melatarbelakangi Pulau Karang semakin menambah suasana romantis yang ada, maklum, di tempat ini banyak sekali pasangan muda mudi yang saling bencengkrama.
Sekitar magrib, daerah disekitar pantai Melawai sudah dipenuhi oleh remaja- remaja yang akan 'ngetrek' di jalan sekitar pantai, salip sana- salip kiri layaknya mempunyai 9 nyawa pengganti. keren!
Setelah puas berfoto-foto, saya dan partner pun memutskan untuk mengisi perut dahulu, untungnya disekitar pantai terdapat banyak sekali pilihan jajanan, dengan kursi 'mengampar' di tumpukkan pasir. Harga-harga makanannya pun tergolong cukup murah, mulai dari Rp 2.000 hingga tidak sampa melewati kisaran harga Rp 100.000.
Sementara bhaga-partner saya- memesan nasi goreng merah, saya penasaran dengan makanan khas kalimantan timur -Balikpapan. Kalau di Makasar ada pisang eppe, di Kalimantan juga ada makanan serupa tapi tak sama, pisang gampit!
terbuat dari pisang yang di penyet dan kemudian dibakar diatas bara api. Sebenarnya rasa antara pisang gampit dengan pisang eppe, yang membedakan hanya sausnya saja. Saus pisang gampit yang terbuat dari sagu yang di campur dengan caramel gula merah, dan tidak lupa pula dengan taburan keju yang bikin suasana makan menjadi kian semangat.












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas