Tanggal 16 Oktober, dari Bandara Mopah, Merauke, kami berangkat ke Bandara Ewer ini pesawat Musamus Merpati. Pesawat berjenis Twin Otter dengan kapasitas maksimum hanya 10 penumpang. Kurang lebih 2 jam lamanya kami berada di udara hingga akhirnya Musamus mendaratkan pesawatnya di Tikar Baja Ewer.
Disambut hangat oleh anak-anak Ewer yang begitu polos dan ceria, saya dan Harley sempat berfoto-foto sejenak di airstrip yang eksotik ini. Saya dan Harley pun berfoto bersama anak-anak yang lucu dan ceria ini. Bak tamu kehormatan mereka menyambut kami. Terima kasih anak-anak Ewer, Indonesia sayang kalian! Senyum ceriamu adalah senyum ibu pertiwi.
Tak lama, beberapa orang dewasa menyambut kami dan menyapa Bang Leo, pendamping kami. Lalu mereka membawakan tas-tas kami untuk segera diangkut ke speed boat yang berlabuh di Sungai Azewets, hanya beberapa langkah saja dari bandara.
Setelah kami duduk manis dilengkapi life jacket, speed boat pun melesat dengan kencangnya dari sungai hingga ke teluk Flaminggo memasuki jalan pintas sungai kecil berbakau. Petualangan telah dimulai, begitu kata hati saya dan Harley sambil kami ucapkan bersama tanpa komando, begitu pun Bang Leo. Begitu senangnya kami berada diatas speed boat ini, tak lupa merekam foto dan video perjalanan menuju Kota Agats yang hanya 20 menit saja dapat kami tempuh.
Akhirnya kami tiba di Agats. Pelabuhan speed boat yang kecil namun ramai. Naik ke kota ini disambut sapaan dan senyuman hangat penduduk Agats dengan keramahtamahannya. Lalu kami pun tak lama memasuki sebuah rumah makan milik seorang asli Jawa Timur yang tinggal disana.
Setelah mengisi perut dengan menu orek-orek cumi dan goreng ayam, saya dan Harley berjalan kaki keliling Kota Agats yang hampir semua kegiatan kota di atas papan, selain di sungai dan rawa untuk lalu lalang perahu dan speedboat. Dari jalan, pasar, rumah, hotel, hingga lapangan bola pun di atas papan.
Nantikan cerita selanjutnya dalam petualangan kami di Agats dan Desa Suru Kabupaten Asmat.












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama