Taman Nasional Meru Betiri, salah satu taman nasional yang dikunjungi dalam rangkaian petualangan kami, terletak di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi. Taman Nasional yang menarik ini memiliki tiga ekosistem yang berbeda, yakni hutan mangrove, hutan rawa dan hutan hujan dataran rendah. Untuk dapat menjelajahi taman nasional ini kami harus menggunakan mobil off-road agar dapat melewati medan yang sulit dilewati mobil biasa. Hal yang menarik dari taman nasional ini adalah karena taman nasional ini terhubung langsung pada beberapa bagian pantai selatan Pulau Jawa yang tak mungkin kami lewatkan.
Setelah melewati kawasan habitat beraneka ragam tumbuhan yang begitu hijau dan terjaga, kami tiba di Pantai Rajegwesi. Pantai yang menjadi pintu gerbang masuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri di Bagian Timur ini merupakan pantai yang berombak relatif kecil jika dibandingkan dengan Pantai Selatan lainnya. Pantai ini kemudian dimanfaatkan sebagai tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan penangkap ikan dan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan bagi masyarakat setempat. Selain menyaksikan aktivitas nelayan yang menangkap ikan dan dapat membeli ikan dengan harga murah, pengunjung juga bisa memancing di pantai ini.
Melanjutkan perjalanan melewati medan yang jauh lebih sulit lagi, melaju dalam mobil off-road pada jalur menaiki beberapa bukit hijau, kamiΒ akhirnya berhenti di area tengah hutan sekitar 500 meter menjelang Teluk Hijau. Kami turun dari mobil dan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki mendaki bukit, melewati jalur menembus hutan. Setelah melewati medan yang begitu melelahkan, kurang lebih sejauh 100 β 200 meter kemudian kami tiba di daerah terbuka, yaitu pada salah satu teluk yang berada di taman nasional ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian kami meneruskan perjalanan, kembali menemui sebuah jalur di bukit yang dipenuhi pepohonan. Setelah melewati jalan setapak kurang lebih 100 meter, akhirnya kami kembali menemukan daerah terbuka, yang jauh lebih mempesona.
Teluk di hadapan kami ini bernama Teluk Hijau, sesuai namanya air laut pada teluk ini berwarna biru kehijauan. Sungguh menakjubkan, dua teluk yang hanya dipisahkan sebuah dataran kurang lebih sepanjang 100 meter ternyata tampak begitu bertolak belakang. Selain warna air laut yang berbeda, deburan ombak di teluk ini lebih tenang. Hamparan pasir putih yang begitu lembut dan bersih di sepanjang pantai juga menambah kecantikannya. Nuansa yang terasa jauh lebih tenang ketimbang teluk yang berada di baliknya bisa kami rasakan di sini.
Tampak karang-karang cantik menghiasi pinggir pantai, dan di salah satu sudut tebing terdapat sebuah air terjun. Air yang mengalir dari puncak tebing ini adalah air tawar yang datang dari pegunungan. Irama air yang jatuh pada pasir putih di kaki tebing menambah sensasi kenyamanan Teluk Hijau.
Pesona kedua teluk yang begitu bertolak belakang ini menjadi satu lagi bukti, bahwa alam selalu memberikan kejutan yang indah. Dan kejutan penuh keindahan ini ada di Indonesia, di negara kita sendiri.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah