Bentuk bangunan SDN 22 Sei Uluk Palin ini memang sangat indah. Dibuat menyerupai rumah betang tradisional, sekolah ini adalah sekolah satu-satunya yang berada di desa ini. Di pundak para guru sekolah inilah harapan akan baiknya pendidikan anak-anak suku dayak diletakkan. Jangan mengira mereka banyak kesenangan yang mereka dapatkan sebagai imbalan, yang terjadi selama ini adalah mereka yang lebih sering berkorban.
Β Sekolah dasar pasti memiliki enam jenjang pendidikan. Mulai dari kelas satu hingga kelas enam. Minimal dibutuhkan satu orang tenaga pengajar di setiap kelas agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. Tapi kondisi yang ada di sini adalah hanya ada 3 orang guru di sekolah. Satu guru harus mengajar bergantian di kelas yang berbeda. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana sulitnya. Belum lagi ada beberapa mata pelajaran yang harus mereka ajarkan pada murid-muridnya. Hal ini tentu menambah beban yang mereka terima.
Β Saat saya berbincang mengenai hal ini dengan salah seorang guru, senyum selalu beliau tampakkan di wajahnya. Seakan dia tidak mengalami kesulitan seperti yang saya bayangkan. Saat saya tanyakan beliau hanya menjawab bahwa kalau bukan dia siapa lagi? Beliau sudah ditugaskan di sini, maka tanggung jawab itu akan selalu dilaksanakan. Begitu janjinya.
Β Kekaguman saya makin bertambah setelah mengetahui bahwa bapak guru ini tidak berasal dari tempat ini. Beliau memiliki rumah di sebuah desa yang berjarak 6 jam perjalanan menggunakan mobil. Untuk memudahkan beliau mengajarkan, beliau sengaja pindah ke sebuah rumah yang lokasinya dekat dengan sekolah.
Β Mengetahui hal ini akhirnya saya menyadari bahwa predikat pahlawan tanpa tanda jasa memang patut diberikan kepada guru. Terutama mereka yang bersedia mengajar di pedalaman dengan mengorbankan kepentingan pribadinya. Setidaknya, dengan adanya guru yang mengajar di sekolah, anak-anak di sekolah ini akan mengetahui bahwa mereka tinggal dalam sebuah negara bernama Indonesia.












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru